banner 728x250

Warga Malra Lantunkan Doa dan Shalawat Antar Jenazah 2 Mahasiswa UGM ke Bandara

MAHASISWA UGM
Warga bersama para pejabat Pemda Maluku Tenggara dan Kota Tual serta ASN mengantar jenazah mahasiswa UGM menuju Bandara Karel Sadsuitubun Langgur untuk diterbangkan ke kampung halaman, Rabu (2/7/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Jenazah dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayoga dipulangkan ke kampung halamannya dari Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (2/7/2025) siang.

Septian dan Bagus bersama 5 temannya yang juga mahasiswa UGM Yogyakarta berada di Maluku Tenggara untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat periode II tahun 2025 di kecamatan Manyeuw.

Keduanya meninggal dunia setelah longboat yang ditumpangi tenggelam akibat diterjang gelombang setinggi 2,5 meter, Selasa (1/7/2025). Sedangkan lima mahasiswa UGM dan lima warga yang juga berada di longboat naas itu berhasil selamat.

Rombongan mahasiswa UGM menumpangi longboat dari Desa Debut menuju Pulau Wearhu untuk mengangkut pasir guna membangun tempat pembuangan sementara (TPS) di Desa Debut. Namun bencana menghampiri saat kembali pulang menuju Desa Debut, longboat yang mereka tumpangi tenggelam.

Jenazah Septian dan Bagus dibawa ke Bandara Karel Sadsuitubun menggunakan dua unit mobil ambulance. Iring-iringan mobil jenazah diantar ratusan warga Maluku Tenggara dan Kota Tual. “Jenazah dua mahasiswa UGM sudah diterbangkan dari bandara tadi siang,” kata Bakri Rahayaan, seorang warga Maluku Tenggara yang ikut mengantar jenazah kepada sentraltimur.com, Rabu.

Tidak hanya diantar petugas medis dan masyarakat, para pejabat Pemda Maluku Tenggara dan Kota Tual bersama ASN juga ikut dalam rombongan mengantar kedua korban ke bandara. “Banyak sekali orang yang mengantar, dari Desa Debut juga banyak, ada juga ASN dan para pejabat,” sebutnya.

Dari video amatir warga yang beredar, sebelum tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, puluhan warga terlihat membawa keranda yang berisi jenazah kedua korban. Di sepanjang jalan yang dilalui, warga melantunkan doa dan shalawat dengan suara bergetar.

Jenazah kedua korban diterbangkan menggunakan maskapai Lion Air menuju Bandara Pattimura Ambon pada pukul 13.00 WIT. Selanjutnya kedua jenazah akan diterbangkan terpisah dari bandara Pattimura menuju Surabaya, Jawa Timur dan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram