banner 728x250

Warga Pulau Rhun Terserang Muntaber, DPRD Malteng Desak Pemda Cepat Respons

PULAU RHUN
banner 468x60

MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Warga Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah terserang muntaber.

Tiga warga pulau Rhun meninggal dunia, akibat muntaber pada 9 – 11 Juli 2025. Dua dari anak-anak meninggal di pulau Rhun dan satu orang dewasa meninggal di RSUD Banda. Sementara 7 warga pulau Rhun dirawat di RSUD Banda dengan gejala muntaber.

“Mereka yang meninggal diduga kelelahan karena muntaber,” kata Sekretaris Negeri Pulau Rhun, Mael Duilah, Jumat (11/4/2025).

Duilah juga mengaku sempat alami gejala yang sama dalam waktu berdekatan dengan warga lain. Beberapa tetangganya juga alami gejala serupa.

Camat Banda, Yani Hassanusi mengatakan telah didatangi Babinkamtibmas Pulau Rhun dan melaporkan kondisi warga yang banyak derita muntaber.

Hassanusi telah menjenguk warga pulau Rhun yang tengah dirawat di RSUD Banda. “Saya telah terima informasi kejadian muntaber tapi mau ke sana kendala gelombang. Tadi juga warga dari pulau Rhun datang ke rumah lapor ada kejadian wabah muntaber. Mereka minta perhatian dan kita ambil langkah ke rumah sakit jenguk warga pulau Rhun yang dirawat dengan gejalamuntaber,” kata Hassanusi.

Hassanusi telah melaporkan kondisi warga pulau Rhun kepada Kepala Dinas Kesehatan Malteng, M. Djali Talaohu. “Karena cuaca ekstrem gelombang tinggi pagi besok (Sabtu) petugas medis ke sana. Memang kendala di Pulau Rhun tidak ada petugas medis berdasarkan informasi,” ujar Hassanusi.

Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa meminta Pemda Malteng cepat menyelamatkan warga yang menderita muntaber. “Komisi IV meminta Dinas Kesehatan dengan RSUD Banda cepat mengerahkan dokter ke pulau Rhun karena ini masuk kejadian luar biasa. Informasi yang kami terima dari berbagai sumber di sana sekitar 50 persen warga menderita muntaber,” kata Labahawa.

Pemerintah diminta membiayai tenaga medis agar bisa akses ke Pulau Rhun untuk menangani warga yang sakit dengan gejala muntaber. “Memang saat ini Pemda sedang fokus tangani masalah konflik sosial, tetapi masalah kesehatan dengan tiga orang meninggal dan sebagian warga terserang muntaber itu kasus besar yang perlu jadi perhatian serius,” tegasnya. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram