banner 728x250

Warga Suli Tolak Pembangunan Fasilitas Limbah B3

  • Bagikan
suli limbah
Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan dan warga menolak proyek pembangunan fasilitas limbah B3 di desa Suli, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Kamis (21/10/2021). (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan menolak proyek pembangunan fasilitas limbah B3 di desa Suli, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah.

Aliansi yang terdiri dari warga desa Suli itu menilai proyek tersebut belum mengantongi analisa dampak lingkungan (Amdal).

Padahal proyek itu berisiko tinggi terhadap keruskaan lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Alasan lainnya lokasi proyek berada di daerah resapan air dan juga dekat dengan permukiman warga.

BACA JUGA:

Pemalsuan Surat Rapid Antigen, 2 Pegawai Travel Divonis 1 Tahun Penjara – sentraltimur.com

Lindungi Konsumen, Ungkap Puluhan Ribu Depot Air Minum Tidak Higienis – kliktimes.com

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Suli, Simon Luhulima mengatakan pembangunan proyek tanpa sosialisasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maluku.

“Kami warga Negeri Suli secara keseluruhan tidak pernah terlibat dalam sosialisasi rencana pembangunan fasilitas limbah B3. Pembangunan fasilitas berdekatan dengan lokasi pembangunan kampus UKIM dan permukiman warga. Dekat juga dengan objek wisata Talaga Tihu dan kompleks Rindam TNI,” kata Simon, Kamis (21/10/2021).

Lokasi pembangunan limbah medis tersebut berada di daerah resapan air, lahan minyak kayu putih. Dan berdekatan dengan hutan sagu milik desa atau negeri. Proyek pembangunan telah berjalan tapi masyarakat tidak penah mengetahui Amdal dari proyek itu.

“Masyarakat, tetua adat, ketua-ketua RT dan warga di perantauan menolak pembangunan limbah medis,” kata Simon sambil menunjukkan dokumen penolakan yang dibubuhi tandatangani warga.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, warga Suli unjuk rasa di kantor Balai Desa Suli dan di lokasi pembangunan fasilitas limbah medis.

Lokasi proyek sesuai pengumuman tender yang di setujui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bukan berada di Suli. Tetapi di kawasan Wayame, Teluk Ambon.

Kecam Dinas Lingkungan Hidup Maluku

“Pembangunan tidak masuk dalam rencana tata ruang wilayah di desa kami. Lokasi awal sesuai pengumuman tender di LPSE berlokasi di Wayame dan bukan di Suli kita punya bukti lokasi,” tegas Simon.

Sekretaris Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Suli, Nataniel Lainsamputty mengatakan persoalan pembangunan fasilitas limbah medis tidak sesuai tahapan dan cacat prosedur.

“Bagi kami sudah cacat prosedur termasuk dari aspek lingkungan cacat. Kenapa kami bilang cacat? Karena sesuai Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 maupun PP 22 tahun 2001. Dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 tahun 2001 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Bahwa jenis usaha yang berisiko tinggi itu wajib mengantongi Amdal,” jelasnya.

  • Bagikan