banner 728x250

PT MEA dan PT Nindya Karya Teken Kerja Sama EPC Blok Masela

KERJA SAMA
Senior Vice President Divisi EPC PT Nindya Karya, Arif Iswadi dan Direktur Utama PT Maluku Energi Abadi (Perseroda) MAS Latuconsina berjabat tangan usai menandatangani naskah kerja sama di Gedung PT Nindya Karya, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026). (ISTIMEWA)
banner 468x60

PT Nindya Karya bersama anggota konsorsium lainnya Petrosea Indonesia dan ETI Indonesia telah memenangkan pekerjaan early works proyek Masela dari SKK Migas dan INPEX.

PT Nindya Karya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi, EPC, dan investasi, serta merupakan anggota Holding Danareksa.

BUMN ini fokus pada lima pilar bisnis: konstruksi, energi, manufaktur, properti, dan jalan tol. Nindya Karya berpartisipasi dalam berbagai proyek strategis nasional.

Sebelumnya, PT MEA telah menjalin kerja sama dengan PT Ship Management Indonesia (SMI). Direktur Utama PT SMI Susilo Anggit Wiwoho dan Direktur Utama PT MEA Sam Latuconsina menandatangani MoU di Jakarta pada Selasa (16/12/2025) lalu.

Kedua pihak sepakat menjalin kerja sama komersil dalam lingkup penyediaan layanan terintegrasi untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi Migas di wilayah Maluku.

Tentang Blok Masela

Proyek Gas Abadi Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional dengan nilai investasi mencapai USD 20,94 miliar atau setara Rp 342 triliun.

Melansir tempo.co, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12.600 tenaga kerja pada tahap pengembangan, sementara pada tahap operasi akan melibatkan sekitar 850 pekerja.

Blok Masela terletak di Laut Arafura dengan luas area 4.291,35 km persegi. Lokasinya sekitar 800 km di sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur, atau 400 km di utara Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300–1000 meter.

KERJA SAMA
Kawasan Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. (ISTIMEWA)

Secara administratif, proyek LNG Abadi akan berpusat di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Infrastruktur utama meliputi dua train kilang LNG darat berkapasitas total 9,5 juta ton per tahun, jaringan pipa gas domestik, serta fasilitas ekspor LNG.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Blok Masela memiliki cadangan gas mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF). Lapangan Gas Abadi ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta standar kaki kubik gas pipa per hari (MMSCFD), serta 35 ribu barel kondensat per hari.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram