AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Setelah empat hari mengungsi, ratusan warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon yang menjadi korban bentrokan dipulangkan kembali ke desa mereka, Sabtu (23/8/2025).
Pemulangan ratusan pengungsi asal desa Hunuth dilakukan setelah kondisi keamanan poascabentrokan berangsur kondusif usai tercapainya kesepakatan damai antara perwakilan warga Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dan warga Desa Hunuth di Mapolda Maluku, Jumat (22/8/2025).
Pemulangan ratusan pengungsi dari sejumlah lokasi pengungsian dikawal aparat kepolisian dan TNI. Mereka diangkut dengan truk dan angkot kembali ke Desa Hunuth.
“Ratusan warga Desa Hunuth yang mengungsi akibat dampak bentrokan di beberapa lokasi pengungsian kini sudah dipulangkan. Pemulangan dilakukan sejak kemarin dan hari ini,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya kepada sentraltimur.com, Sabtu.
Ratusan pengungsi yang dipulangkan itu merupakan warga yang rumahnya tidak terbakar atau mengalami kerusakan saat bentrokan terjadi pada Selasa (19/8/2025).
Ratusan warga Desa Hunuth yang dipulangkan itu sebelumnya mengungsi di gedung serba guna Desa Negeri Lama, Kecamatan Baguala, Kantor Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon dan gedung serba guna Desa nania.
Jumlah warga Hunuth yang telah dipulangkan ke desanya sebanyak 54 keluarga atau sebanyak 200 orang. “Itu yang sempat mengungsi di Negeri Lama, Poka dan Nania, dan untuk yang mengungsi di kantor Desa Poka semuanya sudah dipulangkan,” sebut Yoga.
Sementara warga yang rumahnya rusak dan terbakar masih mengungsi di gedung serba guna di Desa Nania dan sebagian lagi mengungsi di rumah kerabat mereka. “Warga Hunuth yang masih mengungsi di gedung serba guna di Desa Nania itu tersisa delapan keluarga atau 36 orang, itu mereka yang rumahnya terbakar,” katanya.





