AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Nasib Firdaus Ahmad Fauji, pendaki asal Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat yang hilang di kawasan Gunung Binaiya, Pulau Seram, Maluku masih menjadi misteri.
Meski telah dicari sejak dinyatakan hilang sepekan lalu, namun pria 28 tahun itu belum juga ditemukan. Operasi pencarian terhadap Firdaus kembali dilanjutkan tim SAR gabungan, Jumat (2/5/2025).
Memasuki hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dengan menyiair semua rute pendakian di kawasan Gunung Binaiya.
Kepala Kantor Basarnas Ambon Muhamad Arafah mengatakan operasi pencarian Firdaus kembali dilakukan dengan mengerahkan lima tim. “Hari ini kita kembali melakukan operasi pencarian dengan membagi tim menjadi lima,” kata Arafah kepada sentraltimur.com via telepon, Jumat.
Tim gabungan yang kembi melakukan operasi pencarian terdiri dari 6 anggota Basarnas Ambon, 22 petugas Balai Taman Nasional Manusela, 4 anggota Bhabinkamtibmas dan 1 petugas medis dari Puskesmas Tehoru.
Tim pencarian gabungan melibatkan 6 orang anggota komunitas pecinta alam dan lingkungan, serta puluhan warga yang mendiami kaki Gunung Binaiya.
Operasi pencarian dipimpin Basarnas Ambon. “Basarnas sebagai pemimpin tim. Total jumlah anggota tim pencarian untuk hari ini ada 60 orang terbagi dalam lima tim,” sebut Arafah.

Operasi pencarian korban telah memasuki hari ketujuh, namun secara resmi Basarnas baru melakukan operasi pencarian setelah korban dinyatakan sejak dua hari hilang. “Basarnas hari ini baru masuk hari kelima pencarian, tapi sebenarnya pencarian sudah satu minggu lalu dari teman-teman Polhut,” ungkapnya.
Sejak tiga hari terakhir tim SAR memperluas lokasi operasi pencarian korban. Selain menyisir seluruh rute pendakian, tim SAR juga memperluas lokasi pencarian korban hingga berjarak 10 km dari tempat terakhir korban dilaporkan hilang. “Kita memperluas lokasi pencarian. Jadi sepanjang rute pendakian mulai dari pos 1 sampai pos terakhir kita sisir,” kata Arafah.




