banner 728x250

940 Napi di Maluku Peroleh Remisi Kemerdekaan, 3 Langsung Bebas

  • Bagikan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku, Andi Nurka. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sebanyak 940 narapidana di Maluku memperoleh remisi umum pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari 940 narapidana yang mendapatkan remisi itu, tiga di antaranya langsung dinyatakan bebas.

Ratusan napi yang mendapatkan remisi di HUT Kemerdekaan ini dari 15 Lapas, Rutan, dan LPKA di Maluku. Napi mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan setelah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku mengusulkan pemberian remisi ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM.

“Ada 940 narapidana yang telah diusulkan ke Ditjen Pemasyarakatan untuk mendapatkan remisi dan tiga diantaranya diusulkan langsung bebas,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku, Andi Nurka dihubungi sentraltimur.com, Sabtu (14/8/2021).

Menurutnya, usulan pemotongan masa tahanan kepada para narapidana bervariasi mulai dari satu bulan hingga enam bulan. Andi merinci, pemotongan masa tahanan selama satu bulan bagi 191 narapidana, dan pemotongan masa tahanan selama dua bulan untuk 155 narapidana.

Selanjutnya 312 narapidana mendapat pemotongan masa tahanan sebanyak tiga bulan, lalu 119 narapidana mendapat pemotongan masa tahanan lima bulan dan tujuh orang narapidana mendapat pemotongan masa tahanan selama enam bulan.

Adapun pemotongan masa tahanan untuk ratusan narapidana di Maluku ini mulai dari napi pidana umum, korupsi dan berbagai perkara lainnya.

Andi bilang, tiga napi yang langsung bebas karena masa hukuman mereka akan berakhir beberapa bulan ke depan. “Satu napi sisa masa tahanan satu bulan dan satu lagi masa tahanannya tersisa tiga bulan,” ujar Andi.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Pemasyarakatan Maluku, Saiful Safri mengatakan usulan remisi umum tahun 2021 di Maluku mengalami peningkatan  disbanding tahun lalu 774 orang.

“Remisi tahun ini sangat tinggi dibanding tahun lalu,” katanya.

Saiful menjelaskan, remisi merupakan hak bagi setiap narapidana yang telah diatur dalam ketentuan undang-undang.

Dia berharap narapidana yang mendapatkan remisi bisa merasakan kegembiraan dan kemerdekaaan di bulan Kemerdekaan RI ini.

“Remisi merupakan salah satu wujud kemerdekaan dari balik jeruji, merdeka akan hak-haknya sebagai narapidana, walaupun pada hakikatnya narapidana adalah terpidana yang berada dalam masa tahanan menjalani pidana hilang kemerdekaan,” jelasnya. (MMS)

Penulis: MEHMET SALAHUDINEditor: YANTO
  • Bagikan