AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun menyoroti kebijakan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang meliburkan pembelajaran tatap muka di SMA, SMK, dan SLB selama tiga hari untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Benhur menilai kebijakan tersebut seharusnya mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA sederajat. “Seharusnya semua satuan pendidikan diliburkan, jangan hanya SMA,” kata Benhur kepada sentraltimur.com, Senin (12/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Benhur merespons surat edaran gubernur Maluku tentang kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat karhutla dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Selain menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di SMA, SMK, dan SLB selama tiga hari, kebijakan tersebut juga mengatur penerapan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.
Benhur mengakui PAUD, TK, SD, dan SMP berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Namun dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di semua wilayah di Maluku, gubernur seharusnya meliburkan semua pelajar.
Ia menekankan usulannya tersebut bukan dimaksudkan agar Pemprov mengintervensi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota, melainkan mendorong koordinasi antarpemerintah daerah agar perlindungan kesehatan peserta didik menjadi prioritas pemerintah daerah.
“ASN diberlakukan WFH tanpa perlu datang ke kantor, sementara hanya siswa SMA yang diliburkan dan pembelajaran diganti secara daring. Lalu, apakah semua siswa dari satuan pendidikan lainnya harus tetap masuk sekolah?” sentil Benhur.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku itu menegaskan, persoalan kabut asap dan potensi gangguan kesehatan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut dia, perlindungan terhadap peserta didik perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran selama kualitas udara terdampak asap.
Pembelajaran dialihkan via daring atau kegiatan belajar mengajar jarak jauh yang dilakukan tanpa tatap muka. Benhur menilai penerapan pembelajaran daring bagi seluruh jenjang pendidikan dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap anak-anak.



