Putri juga menjelaskan bahwa ketika berbuka puasa masyarakat tidak disarankan makan berlebihan. Hal ini lantaran dapat memicu pencernaan menjadi kurang nyaman.
“Jadi porsi 10 persen dari kebutuhan kita. Bagusnya kecil tujuannya lambung beradaptasi setelah kosong seharian, ketika setelah maghrib makan makanan utama jadi bisa bakar protein sayur yang sehat,” kata dia.
Selain itu, jika mengonsumsi banyak makanan seperti makanan manis ketika makan makanan utama dengan gizi seimbang masyarakat sudah kenyang terlebih dahulu sehingga tidak mendapatkan manfaat puasa yaitu menyehatkan.
“Akhirnya ke skip antara karbo, protein malah tidak dapatkan manfaat puasa. Puasa harusnya menyehatkan,” kata dia.
Aturan konsumsi kolak dan makanan manis
Untuk berbuka puasa dengan kolak pisang, disarankan Putri untuk tidak dikonsumsi setiap hari. Masyarakat bisa mengonsumsinya dua kali dalam sepekan.
“Frekuensinya jangan tiap hari, divariasi dengan buah seperti jus buah, atau kurma. Sesekali mau makan kolak atau es buah porsinya jangan berlebih usahakan mangkok kecil agar tidak berlebihan ketika memungkinkan,” tutur dia.
Untuk porsi kolak pisang, pilih ubi kuning sebanyak 1-2 potong kecil, kemudian pisang dua potong kecil, dan kolang kaling 2 butir.
“Pilih yabg tinggi serat, pisang 2 potong. ubi kuning 1-2 bagusnya pakai kulitnya karena serat kaya vitamin mineral. kolang kaling 2 butir,” kata Putri Sakti. (VIVA/RED)




