AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Di tengah dimulainya pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela, masyarakat menaruh harapan agar investasi besar tersebut membawa manfaat nyata bagi daerah.
Setelah penantian lebih dari dua dekade sejak cadangan gas Lapangan Abadi ditemukan pada 2000, pembangunan fisik proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela resmi dimulai pada 16 Juli 2026. Peletakan batu pertama (groundbreaking) disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi penanda dimulainya proyek strategis nasional PSN senilai USD 20,9 miliar tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias berharap pengembangan LNG Abadi Blok Masela tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pemerintah juga perlu menempatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi sebagai bagian penting dalam pelaksanaan proyek.
Anos mengapresiasi dibukanya rekrutmen tenaga kerja untuk penempatan pada INPEX Project di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Langkah ini menjadi bukti pembangunan Blok Masela mulai membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Namun ia menyoroti lowongan rekrutmen tenaga kerja. Untuk posisi admin SHE, storeman/warehouseman, teknisi perancah (scaffolder), project admin, dan teknisi ledeng (plumber), tercantum salah satu persyaratan utama yaitu penduduk lokal asli Tanimbar. “Lalu bagaimana dengan warga Kabupaten Maluku Barat Daya?,” kata Anos kepada pewarta di Ambon, Selasa (29/9/2026).
Menurut Anos, pertanyaan ini penting karena Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelumnya menyatakan bahwa tenaga kerja lokal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja proyek Blok Masela. Pemprov juga mendorong penerapan zonasi tenaga kerja bagi masyarakat di wilayah terdampak dan sekitar proyek.
Bahkan lanjut Anos, Pemprov Maluku pada 23 September 2026 kembali menegaskan manfaat Blok Masela harus dirasakan masyarakat melalui kesempatan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penguatan ekonomi lokal, dengan proses rekrutmen yang transparan dan berbasis kompetensi.




