banner 728x250

Bupati Meninggal, Warga SBB Kibarkan Bendera Setengah Tiang

  • Bagikan
Warga Desa Tomalehu Barat, Kecamatan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang, Senin (2/8/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kematian Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Muhammad Yasin Payapo meninggalkan duka mendalam tidak hanya keluarga tapi juga masyarakat.

Sebagai bentuk ungkapan duka dan belasungkawa, warga di SBB mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang di depan rumah-rumah mereka.

Yasin meninggal dunia di kediamannya kawasan Galunggung, Kota Ambon, Minggu (1/8/2021) akibat terpapar Covid-19.

Salah satu desa yang warganya mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang adalah warga di Desa Tomalehu Barat, Kecamatan Pulau Manipa.

“Betul ada warga kami yang mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Itu sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Bupati Seram Bagian Barat,” kata Camat Pulau Manipa, Krim Lausepa dihubungi, Senin (2/8/2021).

Pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang atas arahan pemerintah daerah SBB. “Itu ada arahan dari Pemkab, jadi warga semua secara sadar menaikkan bendera setengah tiang,” tukasnya.

Selain di pemukiman warga, bendera Merah Putih setengah tiang juga dikibarkan di fasilitas Pemda SBB seperti perkantoran dan sekolah.

Bendera Merah Putih setengah tiang juga dinaikkan di Piru, ibu kota SBB. Camat Amalatu, Rafli Alidrus telah menginstruksikan seluruh kepala desa di wilayahnya mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.

“Saya sudah instruksikan jadi semua desa mengibarkan bendera setengah tiang,” katanya.

Menurut Rafli pengibaran bendera setengah tiang itu sebagai bentuk penghormatan warga terhadap jasa almarhum Yasin yang telah membangun SBB.

“Ini sebagai tanda warga berduka dan juga sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum. Kami sudah sepakat dan kami rencanakan masa berkabung hingga tiga hari,” katanya.

Ketua DPD Partai Hanura Maluku ini meninggal dunia di kediamannya kawasan Galunggung, Ambon, Minggu (1/8/2021) sekira pukul 12.301 WIT.

Sehari sebelum meninggal dunia, Yasin sempat dirawat di RSUP dr Johanes Leimena Ambon. Almarhum dirawat dengan gejala batuk, demam dan sesak nafas. RSUP memastikan almarhum positif terpapar Covid-19.

Meski dinyatakan positif corona, penanganan jenazah almarhum tidak ditangani Satgas Covid-19, namun oleh pihak keluarga tanpa protokol kesehatan. (MMS)

Penulis: MEHMET SALAHUDINEditor: YANTO
  • Bagikan