AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Balai Taman Nasional Manusela memutuskan untuk menutup sementara jalur pendakian menuju Gunung Binaiya di Pulau Seram, Maluku.
Keputusan itu diambil setelah seorang pendaki asal Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat bernama Firdaus Ahmad Fauji hilang saat melakukan pendakian menuju puncak Gunung Binaiya pada Sabtu (26/4/2025).
Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Manusela Seto Purwanto mengatakan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Binaiya agar tidak mengganggu aktivitas pendakian selama proses pencarian Firdaus.
“Perlu kita lakukan ini (penutupan) untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjung lain selama proses pencarian Firdaus,” kata Seto kepada sentraltimur.com, Selasa (29/4/2025).
Penutupan jalur pendakian Gunung Binaiya berdasarkan surat keputusan nomor PG.31/T.48/TU/UM/4/2025. Penutupan sementara jalur pendakian akan berlangsung selama 12 hari ke depan terhitung sejak Senin (28/4/2025).
Menurutnya penutupan jalur dilalukan untuk memudahkan tim melakukan operasi pencarian. “Penutupan jalur ini sifatnya sementara agar tim dapat melakukan pencarian tanpa ada hambatan,” katanya.
Kawasan Gunung Binaiya berada dalam wilayah hutan lindung yang dikelola Balai Taman Nasional Manusela. Seto mengungkapkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Binaiya didukung pegiat lingkungan maupun para pecinta alam dan pendaki.
Penutupan jalur pendakian Gunung, Seto mengimbau para pendaki yang berencana ke gunung tertinggi di Maluku itu untuk sementara menunda perjalanannya ke kawasan itu.

Dia memastikan pihaknya akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan operasi pencarian Firdaus yang saat ini masih dinyatakan hilang. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti pengumuman resmi agar tetap mendapatkan informasi yang valid dan tidak simpang siur,” pungkas Seto.




