AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, genap memasuki 100 hari kerja pemerintahan.
Pasca dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, masa kepemimpinan Lewerissa dan Vanath memasuki hari ke-100 pada Jumat (30/5/2025).
Dalam tempo waktu yang cukup singkat, Lewerissa dan Vanath telah membuat sejumlah gebrakan untuk membawa perubahan bagi Maluku.
Masa 100 hari kerja ini menjadi sangat krusial dalam menetapkan arah kebijakan dan program-program yang dicanangkan pemerintahan Lewerissa dan Vanath yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan membangun Maluku ke arah yang lebih baik.
Meski begitu, Ekonom dan Konsultan Perencanaan Pembangunan Daerah, Julius R Latumaerissa memberikan kritik konstruktif terhadap 100 hari pemerintahan Lewerissa dan Vanath. Kritikan disampaikan di akun TikTok-nya, @JULIUS pada Sabtu (31/5/2025).
“Saya mau membuat disclaimer dulu bahwa saya tidak dalam posisi untuk menilai, tetapi saya hanya ingin menyampaikan pendapat dan catatan-catatan yang selama ini saya ikuti terkait proses pembangunan di Maluku dalam Pemerintahan HL dan AV,” kata Latumaerissa mengawali pendapatnya.
Menurutnya, catatan pertama dalam 100 hari kerja muatan yang paling banyak dilakukan oleh HL selaku gubernur dan AV selaku wakil adalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial. “Kunjungan ke sana dan ke mari (hadiri acara seremonial),” ujarnya.
Catatan kedua, pernyataan gubernur yang sifatnya hanya retorika. “Padahal begitu banyak persoalan di Maluku yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat dari pemerintahan HL dan AV,” kata dia.
Catatan ketiga, Latumaerissa mempertanyakan komitmen Lewerissa kepada publik yang disampaikan saat kampanye politik. “Hal ini tentu sangat berpengaruh ketika HL tidak berkomitmen terhadap komitmen-komitmen politik yang sudah dibuat dengang berbagai pihak dan elemen masyarakat. Ini sangat berbahaya menurut saya, janji-janji politik ini akan ditagih oleh masyarakat Maluku,” ujar Latumaerissa.




