banner 728x250

Cegah Tawuran Pelajar, Pemkab Malra Perkuat Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memperkuat pendidikan karakter dan budaya sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malra Bin Raudah Arif Hanoeboen mengatakan penguatan budaya sekolah perlu dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak untuk mencegah persoalan sosial di kalangan pelajar, termasuk tawuran.

“Semua harus bersinergi untuk menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Program ini akan dikolaborasikan bersama kepolisian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepala satuan pendidikan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat,” ujar Raudah di Taman Landmark Kota Langgur, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya tawuran pelajar merupakan persoalan serius yang harus segera dihentikan. Ia menegaskan kekerasan tidak dapat menjadi jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan. “Tidak ada masalah yang selesai dengan kekerasan. Yang tersisa hanya kepedihan. Karena itu, mari kita sudahi tindakan anarkis dan mulai membangun kebersamaan,” tegasnya.

Baca juga :  Benhur Soroti Surat Edaran Gubernur Maluku, Desak PAUD hingga SMP Juga Diliburkan

Raudah juga menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Ide, kreativitas, dan inovasi para pelajar perlu diarahkan menjadi kekuatan positif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. “Generasi muda memiliki ide dan inovasi. Jika terus dikembangkan, berbagai persoalan dapat diselesaikan. Kuncinya adalah persatuan,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Malra akan menggelar diskusi publik mengenai transformasi pendidikan di wilayah kepulauan. Diskusi tersebut akan melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi kepemudaan seperti Cipayung, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta organisasi kepemudaan lainnya.

Keterlibatan generasi muda dalam pembahasan persoalan pendidikan penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi daerah kepulauan.

Baca juga :  Benhur Soroti Surat Edaran Gubernur Maluku, Desak PAUD hingga SMP Juga Diliburkan

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan Malra juga mengangkat tema lokal “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Ibu Pertiwi”. Tema tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengintegrasikan nilai adat dan kearifan lokal dalam proses pendidikan.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel