banner 728x250

Diduga Uang Suap Victor Loupatty Mengalir ke Richard Louhenapessy

  • Bagikan
VICTOR LOUPATTY
Pemilik PT Hoatyk, Victor Alexander Loupatty. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Nama Victor Alexander Loupatty mencuat di kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

Perusahaan konstruksi milik mantan Caleg DPR RI ini diduga mengerjakan proyek milik Pemerintah Kota Ambon.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa pemilik PT Hoatyk itu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Victor diperiksa sebagai saksi pada Selasa (26/7/2022).

Lembaga antirasuah menduga adanya aliran uang dari Victor kepada wali kota Ambon periode 2011–2016 dan 2017–2022 tersebut.

“Selasa kemarin bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik telah selesai memeriksa saksi atas nama Victor Alexander Loupatty,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada sentraltimur.com, Rabu (27/7/2022).

Victor memenuhi panggilan KPK untuk dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran dan penerimaan uang oleh Richard dari beberapa pihak swasta yang mendapatkan proyek pekerjaan di Pemkot Ambon.

Nama Victor Loupatty sudah familiar di kota Ambon. Wajahnya kerap menghiasi baliho berukuran jumbo di sejumlah kawasan di Ambon, ibu kota provinsi Maluku. Politisi Partai Nasdem ini santer dikabarkan maju Pilkada kota Ambon tahun 2024.

Kasus Suap & TPPU

Penyidik KPK telah memeriksa puluhan saksi baik pejabat Pemkot Ambon, pengusaha maupun keluarga Richard Louhenapessy.

KPK mulanya menetapkan politisi Partai Golkar itu tersangka kasus suap persetujuan izin pembangunan gerai Alfamidi di Ambon tahun 2020 pada 13 Mei 2022.

Selain Richard, KPK menetapkan seorang pegawai honorer pada Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanussa dan kepala perwakilan regional Alfamidi, Amri sebagai tersangka. Richard dan orang kepercayaanya, Andrew telah ditahan KPK pada 13 Mei 2022. Sedangkan KPK hingga kini belum menahan Amri.

  • Bagikan