MASOHI, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah Zeth Latukarlutu mendesak Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segera merealisasikan janjinya membangunan 69 unit rumah warga yang terbakar akibat konflik antardesa Masihulan dan Sawai, Kecamatan Wahai.
Latukarlutu juga menyoroti lambannya pembangunan rumah bagi warga Desa Kariu, Kecamatan Pulau Haruku yang menjadi korban konflik dua tahun silam. “Hingga kini, sebagian besar warga Kariu masih tinggal di tenda-tenda pengungsian,” kata Latukarlutu pada 24 Mei 2025.
Dia menegaskan pemerintah harus serius membangun kembali rumah-rumah yang terbakar demi mendorong terciptanya perdamaian antardesa. Selain rumah, diketahui sebanyak 32 kendaraan juga terbakar dalam konflik tersebut.
Menurutnya semakin lama masyarakat tinggal di pengungsian, semakin besar pula tekanan psikologis yang mereka alami. Olehnya itu pemerintah harus segera bertindak agar kehidupan warga kembali normal.
Ketua DPC PDIP Malteng itu menyatakan peluang untuk mendamaikan warga Masihulan dan Sawai sangat besar karena kedua negeri memiliki hubungan kekerabatan yang kuat.
Latukarlutu mengingatkan pengalaman lambannya pembangunan rumah di Desa Kariu tidak terulang. Hingga kini, dua tahun pascakonflik, sebagian warga Kariu masih belum mendapatkan rumah tetap dan harus tinggal di tenda.
Dia menekankan pentingnya peran tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam mencegah konflik serupa kembali terjadi di masa depan.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku dan DPRD Malteng mendorong pemerintah segera merealisasikan pembangunan rumah warga terdampak konflik.
Sebelumnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Maluku Alhidayat Wajo mendorong percepatan proses rekonsiliasi atas konflik yang terjadi antara sejumlah desa di Kabupaten Maluku Tengah.
Wajo berharap langkah ini dapat mengakhiri ketegangan antardesa, memulihkan hubungan sosial, dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. (RED)




