AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Ambon menggelar edukasi parenting bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman tentang pola pengasuhan anak yang tepat di era digital.
Kegiatan berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (6/8/2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tantangan pengasuhan anak yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Ketua DWP Kota Ambon, Saartje Sapulette mengatakan masa depan anak merupakan amanah berharga yang harus dipersiapkan melalui pola pengasuhan yang tepat dan menyeluruh. Menurutnya, di era globalisasi, kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Anak juga membutuhkan ketahanan mental dan kekuatan spiritual agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global yang semakin kompleks, anak-anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan mental dan kedalaman spiritual. Pola asuh yang tepat adalah kuncinya, yaitu melalui pendekatan pengasuhan yang holistik,” tegas Saartje.
Ia menjelaskan pola pengasuhan holistik mencakup berbagai aspek penting dalam tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, pemeliharaan kesehatan fisik, pendidikan, perlindungan, hingga pembinaan kesehatan mental.
Selain itu pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai moral dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam pengasuhan. Orang tua diharapkan menanamkan nilai kejujuran, empati, disiplin, dan rasa syukur sejak dini, sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya.
Untuk membentuk generasi penerus yang unggul, Saartje mengajak para orang tua menerapkan pola pengasuhan yang seimbang dengan memadukan kasih sayang dan ketegasan, memberikan bimbingan melalui keteladanan, serta mendidik anak dengan penuh kesabaran.
“Ingatlah bahwa anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita lakukan setiap saat. Mari kita jadikan rumah sebagai sekolah pertama yang penuh cinta, dan diri kita sebagai guru pertama yang menginspirasi. Dengan begitu, kita akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan,” tandasnya.



