banner 728x250

Kasus Suap Eks Wali Kota Ambon, KPK Periksa 8 Saksi

  • Bagikan
SUAP AMBON
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa delapan orang saksi kasus suap izin prinsip pembangunan gerai Alfamidi di Kota Ambon tahun 2020.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yakni mantan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, pegawai honorer pada Pemerintah Kota Ambon Andrew Erin Hehanussa dan Amri, Kepala Perwakilan Regional Alfamidi.

“Hari ini pemeriksaan saksi  tindak pidana korupsi (TPK) persetujuan prinsip pembangunan gerai Alfamidi tahun 2020 oleh Pemerintah Kota Ambon dengan tersangka RL dkk,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada sentraltimur.com dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/7/2022).

Para saksi yang diperiksa penyidik KPK yakni PNS Dinas PUPR Kota Ambon Dani Hutajulu, PNS Dinas Perhubungan Moddy Passau, seorang notaris bernama  Eddy Sucelaw dan dua wiraswasta masing-masing Marthin  Thomas dan Nessy Thonas Lewa.

Tiga pejabat Pemkot Ambon juga diperiksa penyidik KPK. Yaitu Kabid Tata Ruang pada Dinas PUPR Alexander Hursepunny, Kepala Dinas Pariwisata Rustam Hayat, Kepala Dinas Kesehatan Wendy Pelupessy.

Menurut Ali Fikri pemeriksaan saksi-saksi ini berlangsung di markas Brimob Polda Maluku di kawasan Tantui, kota Ambon. “Pemeriksaan lakukan di markas Brimobda Maluku,” kata Ali Fikri.

KPK Periksa Mantan Sekkot Ambon

Sebelumnya penyidik KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi pada Kamis (7/7/2022) lalu.

Mereka yang diperiksa merupakan pejabat Pemkot Ambon dan pihak swasta. Yaitu Sekretaris Dinas PUPR Ivony AW Latuputty; mantan Kepala dinas PUPR Enrico Rudolf Matitaputty dan eks Sekkot Ambon Anthony Gustav Latuheru. Berikut seorang wiraswasta, Suminsen dan seorang ibu rumah tangga Rakhmiaty.

  • Bagikan