banner 728x250

Komisi IV DPRD Maluku Tinjau Dapur SMA Siwalima, Ini Temuannya

  • Bagikan
DPRD TINJAU
Komisi IV DPRD Maluku meninjau SMA Siwalima, Ambon pasca insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa, Rabu (23/11/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Komisi IV DPRD Maluku meninjau SMA Siwalima, pasca insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa-siswi di sekolah unggulan tersebut.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV Samson Attapary ditemukan kondisi dapur sekolah sangat memprihatinkan, kotor dan bau.

“Kondisi ini sangat tidak layak, bisa disaksikan sendiri keadaannya seperti apa? Bagaimana mungkin para siswa terbaik yang lulus seleksi panjang bisa menerima asupan makanan dengan kondisi dapur yang tidak higienis,” kata Samson di sela-sela peninjauan, Rabu (23/11/2022).

Dia meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku secepatnya merehabilitasi dapur SMA Siwalima.

“Makanan ini disajikan untuk manusia bukan binatang, harus segera diperbaiki agar higienis dan layak untuk penyajian makanan bagi siswa-siswi,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Informasi yang diperoleh, makanan yang disediakan pihak ketiga bukan berasal dari dapur setempat, namun dari dapur lain yang disediakan, penyedia makanan.

Anggaran pengadaan makan dan minum untuk SMA Siwalima tahun 2022 sebesar Rp3,8 miliar. “Untuk mencari tahu sumber bakteri datangnya dari mana itu memang agak rumit, karena kemarin saat ditanya ikannya juga tidak melek atau rusak,” akuinya.

Dia menduga proses pengelolaan makanan yang tidak higienis. “Kita melihat ada lubang tikus yang banyak di dapur, penampungan air yang tertutup. Selain itu, ada juga got yang bau dan banyak kotoran tikus yang dapat memunculkan bakteri. Sehingga bukan dari makanan yang didatangkan dari luar atau yang beli, namun proses pengelolaannya itu juga bisa mempengaruhi,” jelasnya.

Dapur Berstandar Higienis

Karena itu, demi mencegah hal seperti ini terulang, telah disepakati pada 2023 dianggarkan untuk membangun dapur yang berstandar higienis. “Yang dianggarkan bukan renovasi tetapi bangun dapur yang standar higienisnya sesuai dengan standar orang membuat dapur katering lah,” tukas Samson.

  • Bagikan