banner 728x250

LIRA Desak Kejati Maluku Usut Proyek Jalan di Inamosol

  • Bagikan
Maluku Proyek
Aktivis LIRA menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Maluku, Senin (8/11/2021). Demonstran mendesak Kejati mengusut proyek pembangunan jalan Rumbatu-Manusa di Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat. (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kejaksaan Tinggi Maluku didesak segera mengusut proyek pembangunan jalan Rumbatu-Manusa di Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat.

Desakan itu datang dari Dewan Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Maluku, Senin (8/11/2021).

Demonstran mendesak Kejati Maluku segera menginvestigasi proyek pembangunan jalan itu karena terindikasi bermasalah.

BACA JUGA:

Polda Maluku Kirim 4 Polwan Terbaik ke Konferensi Polwan Sedunia – sentraltimur.com

Mendag: Konsumen Berdaya Dapat Pulihkan Ekonomi Bangsa – kliktimes.com

“Kami mendesak agar Kejati Maluku segera mengusut kasus proyek jalan di Rumbatu-Manusa. Terindikasi pekerjaan proyek itu bermasalah,” teriak kordinator aksi, Alfian Tuhuteru menyampaikan orasinya.

Infrastruktur yang menelan anggaran senilai Rp 31 miliar itu dikerjakan oleh PT. Sinar Bias Abadi sejak tahun 2018 silam. Tapi hingga kini tak kunjung rampung meski anggaran sudah cair 100 persen.

“Kejati Maluku harus membentuk tim untuk usut kasus ini karena ada yang tidak beres. Pekerjaan tidak sesuai dengan volume anggaran di lapangan. Padahal anggaran proyek sudah cair 100 persen,” ungkap pendemo.

Para pendemo juga mendesak Kejati Maluku segera memeriksa PT. Sinar Bias Abadi dan mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBB terkait proyek tersebut.

Mereka juga mendesak Kejati untuk meminta BPKP Maluku mengaudit jumlah kerugian uang negara dalam kasus tersebut. “Mantan kadis PU SBB dan kontraktor harus diperiksa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegas pendemo.

Aksi demo akhirnya berakhir setelah Kaur Keamanan Dalam Kejati Maluku, Djaya menemui para pendemo dan mendengarkan tuntutan para pendemo. Setelah itu tuntutan tersebut diserahkan para pendemo ke Kejati Maluku.

“Tuntutan saudara-saudara akan saya serahkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujar Djaya. (MAN)

  • Bagikan