AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bencana longsor menutup jalan Trans Seram di kawasan SS, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
Longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Senin (13/10/2025) sore.
Kejadian tersebut menyebabkan badan jalan di lokasi tertutup material longsor menyebabkan akses transportasi darat yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram sempat lumpuh.
Kendaraan yang berusaha melintas di jalan berkelok-kelok dan tanjakan itu tertahan karena tidak bisa melewati jalan yang dipenuhi material longsor.
“Itu kejadiannya kemarin (Senin) saat kami berada di lokasi. Tidak bisa lewat karena material longsor sangat banyak menutup badan jalan,” kata Fadli Bin Umar, salah seorang warga kepada sentraltimur.com melalui telepon, Selasa (14/10/2025).
Ia terpaksa menunda perjalanan menuju Kota Masohi dan memilih kembali menuju Desa Kobisonta. Sebab material longsor yang menutup badan jalan di kawasan itu sangat banyak.
“Jalan ditutupi tanah, bebatuan dan juga batang pohon. Karena tidak bisa lewat saya balik ke Kobisonta. Rencananya besok lanjut perjalanan karena infonya sudah bisa lewat,” ujarnya.
Kepala Satuan kerja Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Toce Leowol menjelaskan setelah kejadian itu, pihaknya mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
“Tadi malam kita langsung kerahkan alat berat ke lokasi untuk pembersihan material longsor yang menutup badan jalan,” katanya via telepon.
Personel yang dikerahkan telah membersihkan seluruh material longsor yang menutup badan jalan. Dan sejak Selasa pagi kendaraan sudah bisa kembali melintas di jalan tersebut. Sudah lancar kembali, kendaraan sudah bisa melintas lagi,” sebut Toce. (MAN)




