AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sekelompok pemuda dan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Maluku Bergerak (APMB) unjuk rasa di kantor DPRD Maluku, Rabu (27/8/2025).
Pendemo menuntut pemerintah mengalihkan status Jalan Lingkar Ambalau Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan dari kabupaten menjadi jalan provinsi.
Demonstran membawa sejumlah pamflet bertuliskan Jalan Lingkar Ambalau Butuh Perhatian. Pendemo juga mengusung keranda mayat bertuliskan Wafatnya Hati Nurani Pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan yang dinilai tidak memiliki hati nurani atas jalan lingkar tersebut.
Menurut demonstran, peralihan status jalan ini dinilai penting agar pemerintah provinsi bisa mengambil alih pembangunan jalan yang sudah mangkrak bertahun-tahun tak kunjung tuntas.
Kondisi jalan yang rusak parah dan belum rampung ini sangat menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan karena kondisi laut tidak bersahabat.
Kasubag Persidangan dan Humas DPRD Maluku, Muhammat Laitupa menemu pendemo dan menerima tuntutan untuk ditindaklanjuti DPRD Maluku, karena Anggota DPRD Maluku tidak berada di tempat sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.
Pendemo berjanji akan kembali mendatangi DPRD Maluku untuk memastikan tuntutan mereka direspons dengan memanggil Bupati Buru Selatan dan Dinas PUPR. (RED)




