banner 728x250

Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Jasad Firdaus dari Gunung Binaiya

MEDAN EKSTREM
Proses evakuasi jasad Firdaus Ahmad Fauji, pendaki asal Bogor, Jawa Barat yang hilang di Gunung Binaiya, Pulau Seram, Maluku, terhambat medan yang ekstrem dan buruknya cuaca, Minggu (18/5/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Proses evakuasi jasad Firdaus Ahmad Fauji, pendaki asal Bogor, Jawa Barat yang hilang di Gunung Binaiya, Pulau Seram, Maluku hingga Minggu petang (18/5/2025) masih terus berlangsung.

Sebelumnya jasad Firdaus ditemukan oleh tim relawan di sekitar lembah Yahe tak jauh dari air terjun di kawasan Gunung Binaiya, Sabtu (17/5/2025) pada pukul 14.20 WIT.

Setelah ditemukan tim relawan bergerak mengevakuasi jasad korban. Hingga Minggu malam jasad Firdaus masih ditandu tim SAR, relawan pecinta alam Maluku bersama masyarakat adat di kaki Gunung Binaiya dari hight camp menuju pos dua Aimoto.

“Sementara masih evakuasi, mereka sudah di pos 2 dan sedang menuju pos 1 Aimoto,” kata Raja Negeri (kepala desa) Piliana, Kecamatan Tehoru, Agustinus Ilelapotoa kepada sentraltimur.com via telepon, Minggu malam.

Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis dan penuh tantangan karena tim relawan harus melalui medan yang sangat ekstrem.

Selain itu proses evakuasi mengalami kendala cuaca buruk. “Medan sangat ekstrem, dan Minggu siang sekitar jam 2 hingga sore hujan sangat kuat hingga tim harus beristirahat,” katanya.

Menurut Agustinus bila tak ada aral melintang, jasad korban baru akan tiba di posko induk di Desa Piliana pada pukul 22.00 WIT. “Kemungkinan jam 10 malam baru rombongan tiba di Piliana,” ujarnya.

Warga Piliana yang berada di kaki Gunung Binaiya terlibat langsung dalam proses pencarian sejak korban dinyatakan hilang di Gunung Binaiya pada Sabtu (26/4/2025) lalu.

Setelah pencarian pertama resmi ditutup, warga Piliana kembali terlibat pencarian lanjutan bersama tim SAR bentukan relawan pecinta alam Maluku. “Warga Piliana terlibat langsung mulai dari pencarian pertama, kedua sampai evakuasi korban,” ungkap Agustinus.

Tak hanya terlibat dalam pencarian di lapangan, selama proses pencarian korban, warga juga melakukan ritual adat di desa Piliana. “Kami juga melakukan ritual adat. Ini sudah menjadi tanggung jawab moral kami,” ucapnya.

Firdaus Ahmad Fauji, pendaki asal Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat hilang di kawasan Gunung Binaiya, Pulau Seram, Maluku pada Sabtu (26/4/2025) lalu.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram