BULA, SENTRALTIMUR.COM – Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa ini menimpa Kelvin Sumatan dan keluarganya.
Bocah yang belum genap berusia 10 tahun ini adalah anak dari keluarga kurang mampu di desa Dawang, kecamatan Teluk Waru, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Berasal dari keluarga miskin dan empat tahun menderita gizi buruk, itulah nasib yang kini mendera Kelvin.
Kelvin memiliki berat badan di bawah 10 kilogram. Tubuhnya kurus kering dan kulit pucat. Bobot tubuhnya tidak normal, tidak sebanding dengan anak seusianya.
Lebih menyedihkan, Kelvin juga diserang penyakit kusta. Jari-jari kakinya nyaris putus, sungguh miris!
Kehidupan ekonomi orangtuanya yang jauh dari pas-pasan, tidak mampu memberikan asupan nutrisi menyebabkan Kelvin terpapar gizi buruk sejak tahun 2021.
Anehnya, selama empat tahun Kelvin tidak mendapatkan pengobatan yang layak hanya dipantau kondisi kesehatannya oleh Puskesmas Teluk Waru. Menderita gizi buruk, Kelvin diberikan obat untuk dikonsumsi pada awal tahun 2025, tapi kondisinya tak kunjung membaik.
Kini setelah empat tahun, Kelvin baru dirujuk menjalani perawatan di RSUD Bula pada Rabu (20/8/2025) pukul 18.30 WIT. Tiba di RSUD Bula, Kelvin terlihat lemas, tubuhnya menggigil dan mengerang menahan rasa sakit.
Kepala Puskesmas Teluk Waru, Jubaidah Mau menepis Kelvin mengidap gizi buruk. Menurutnya disebut gizi buruk jika anak usia di bawah lima tahun. “Gizi buruk itu terjadi hanya untuk anak batas usia lima tahun. Ini pasien anak karena usianya 9 tahun 11 bulan,” kata Jubaidah kepada sentraltimur.com di RSUD Bula.
Kadar gula darah Kelvin terdeteksi sekitar 200 mg/dL sejak usia 5 tahun. “(Penyakit) kustanya itu baru ketahuan,” sebutnya.
Jubaidah menjabat Kepala Puskesmas Teluk Waru enam bulan lalu. “Sejak saya menjabat memang ada data anak tersebut dan dalam pemantauan. Kita terus kasih obat dan saya mendapat laporan dari puskesmas bahwa anak ini tiap bulan diberi obat terhitung Januari hingga Juni 2025,” ujarnya.
Dia menuturkan, orangtua Kelvin tidak melaporkan kondisi anaknya ke Puskesmas. “Saya dapat laporan kondisi terkini Kelvin, sebelumnya orangtuanya tidak melaporkan kondisinya ke Puskesmas,” kata Jubaidah.



