banner 728x250

Musim Hujan Harga Cabai di Ambon Makin Pedas, Rp 140.000 per Kg

HARGA CABAI
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon meroket sejak awal Juli 2025 menyentuh Rp 140.000 per kilogram. (SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon, Maluku kembali meroket.

Sejak awal Juli 2025, cabai rawit yang dipasok dari sentra produksi Pulau Buru dan Pulau Seram dijual pedagang Rp 140.000 per kilogram. “Memang masih mahal, itu harganya masih bertahan dari awal bulan ini,” kata Nurma, pedagang di Pasar Mardika kepada sentraltimur.com, Minggu (13/7/2025).

Sebelum mengalami kenaikan, harga bumbu dapur itu dijual Rp 80.000 per kilogram. Namun memasuki bulan Juli harganya meroket tajam. Pedagang terpaksa menaikkan harga cabai lantaran harga dari distributor tinggi. “Kita terima dari distributor harga di atas Rp 120 ribu per kilogram, jadi bagaimana lagi tak mungkin kita jualan untuk rugi,” ujarnya.

Stok cabai yang dijual di sejumlah pasar tradisonal di Kota Ambon selama ini dipasok dari petani di Pulau Buru dan Pulau Seram. Kenaikan harga cabai dipengaruhi jumlah hasil panen petani dan faktor cuaca. “Biasanya kalau panen melimpah harganya turun, tapi kalau cuaca buruk seperti saat ini juga mempengaruhi harga,” kata Ani, pedagang lainnya.

Harga cabai keriting juga mengalami lonjakan hingga dua kali lipat. “Kalau cabai keriting baru mulai naik hari ini Rp 80.000 per kilogram, kemarin harganya Rp 40.000,” kata Ani.

Warga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar operasi pasar untuk menekan kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. “Ini sudah dawi awal bulan naik dan harganya belum turun. Kami berharap ada solusi dari pemerintah dan kalau boleh Disperindag bisa melakukan operasi pasar agar bisa menekan harga-harga,” ujar Wati, warga Waihaong. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram