banner 728x250

Pemkot Ambon Dorong Ekonomi Kreatif, Serap Tenaga Kerja

EKONOMI KREATIF
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Angka pengangguran di Kota Ambon sangat tinggi. Untuk menyerap tenaga kerja, sektor ekonomi perlu didorong. Sebab, setiap tahun pengangguran bertambah, seiring perguruan tinggi menghasilkan ribuan wisudawan.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan itu saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Terbuka yang mengikuti orientasi mahasiswa baru di Hotel Marina, Sabtu (8/3/2025).

Orientasi mahasiswa baru mengusung tema: Kehidupan Berbangsa dan Bernegara serta Implementasinya dalam Pendidikan Tinggi.

Kuliah umum ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman sistem perkuliahan UT, termasuk pelatihan keterampilan belajar, workshop tugas, dan klinik ujian.

Bodewin menyoroti tantangan sosial ekonomi di Kota Ambon terutama masih tingginya tingkat pengangguran mencapai 11,44 persen. “Pengembangan sektor jasa, perdagangan, dan industri kreatif sebagai solusi utama peningkatan lapangan kerja,” kata Bodewin.

Menurutnya perlu membangun ekonomi kreatif agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon saat ini mencapai 83,37% salah satu yang tertinggi di Maluku. Ini harus dimanfaatkan untuk mendorong generasi muda agar lebih inovatif.

Bodewin menegaskan dunia pendidikan tinggi harus beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja. “Tantangan kita hari ini adalah banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur. Karena itu, pendidikan tinggi harus memadukan teori dengan pendidikan vokasi agar mahasiswa siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Dia mengajak mahasiswa UT Ambon berkontribusi dalam pembangunan kota, melalui inovasi, kewirausahaan maupun pengabdian di berbagai sektor. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram