banner 728x250

Pimpin Upacara Hardiknas, Bupati MBD Sampaikan Amanat Mendikdasmen

BUPATI MBD
banner 468x60

TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menerapkan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kurikulum tingkat SD pada tahun ajaran 2025/2026.

Sejak Oktober 2024, Kemendikdasmen telah menjalankan sejumlah langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan, antara lain perbaikan tata kelola, pembinaan guru, serta penguatan kurikulum. Secara kurikuler, Kemendikdasmen akan menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA) serta pembelajaran coding dan kecerdasan buatan atau AI.

Demikian disampaikan Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach menyampaikan sambutan Mendikdasmen saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman kantor bupati, Jumat (2/5/2025).

Upacara diikuti oleh Forkopimda MBD, pimpinan OPD, ASN, TNI, Polri, dan pelajar yang kompak mengenakan pakaian adat.

Hardiknas merupakan momentum untuk meneguhkan dedikasi, komitmen, dan semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pendidikan adalah hak setiap warga negara tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, golongan, maupun latar belakang ekonomi. Tidak boleh ada diskriminasi dalam akses terhadap pendidikan,” tegas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana, pengembangan pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas guru. “Presiden bertekad memajukan pendidikan dengan meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan para guru,” ujarnya.

Program-program baru seperti pembelajaran mendalam, TKA, pelajaran coding dan kecerdasan buatan akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Dia berharap guru menjadi agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Ttidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai mentor dan konselor bagi siswa. “Guru adalah orang tua kedua yang mendampingi murid dalam suka dan duka serta memandu mereka meraih cita-cita,” kata Mendikdasmen.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram