banner 728x250

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wawali Ambon Bacakan Amanat Kepala BPIP

LAHIR PANCASILA
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta memimpin upacara hari lahir Pancasila di Balai Kota Ambon, Senin (2/6/2025).

Upacara diikuti ASN di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Toisutta membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Yudian Wahyudi.

Peringatan tahun ini menampilkan Garuda Pancasila sebagai elemen visual utama. Burung mitologis itu dianggap mencerminkan karakter bangsa yang tegas, dinamis, dan mandiri. “Visualisasi Garuda juga menggambarkan semangat gotong royong dan kesederhanaan,” ujar Toisutta.

Makna filosofis, historis, dan ideologis dari Garuda menjadi elemen penting dalam refleksi 80 tahun kelahiran Pancasila. Simbol Garuda Pancasila menjadi sorotan utama sebagai pengingat nilai-nilai luhur dan proses historis lahirnya dasar negara Indonesia. “Garuda bukan sekadar lambang negara. Ia adalah representasi jiwa bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.

Tiga fase historis penting pembentukan Pancasila: pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, perumusan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, dan finalisasi rumusan dasar negara pada 18 Agustus 1945. Ketiganya disebut sebagai satu kesatuan proses ideologis bangsa Indonesia.

Garuda yang mencengkeram pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” disebut berfungsi sebagai pengingat peran Pancasila sebagai landasan persatuan bangsa. Frasa ini disebutkan secara berulang dalam pidato sebagai penekanan pentingnya semboyan tersebut.

Perlunya revitalisasi sistem ekonomi dan pendidikan nasional yang berlandaskan Pancasila. Profesionalisme penyelenggara negara, kemandirian ekonomi, dan pendidikan berkarakter dinilai sebagai pilar pembangunan masa depan Indonesia. “Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga panduan etis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat,” kata Toisutta. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram