banner 728x250

RS Siloam-Pemkot Ambon Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis

KANKER PAYUDARA
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Rumah Sakit Siloam Ambon bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon menggelar skrining kanker payudara gratis untuk 1.000 warga.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 26 – 28 Mei 2025 di Balai Kota Ambon.

Skrining kanker payudara adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, bahkan sebelum gejala muncul. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan dengan deteksi dini.

Direktur Siloam Hospitals Ambon, dr. Paulus Triaji Hadiwijaya mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk Selangka atau Semangat Lawan Kanker, bertujuan mendeteksi kanker payudara sejak dini.

“Target utama kami adalah masyarakat prasejahtera, namun terbuka juga untuk umum. Per kemarin yang sudah mendaftar mencapai 850 orang,” ujar Paulus kepada awak media, Senin (26/5/2025).

Baca juga :  Waduh! TBC di Ambon Melonjak, Ditemukan 2.212 Kasus Sepanjang 2025

Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Pemeriksaan ini juga dilengkapi dengan layanan cek gula darah dan tekanan darah gratis khusus untuk ASN.

Pelayanan kesehatan ini ditargetkan menjaring 300 peserta setiap harinya, dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIT, dan dilaksanakan di lantai 1 Unit Layanan Administrasi (ULA) Pemkot Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy menyambut baik inisiatif ini dan menyebutnya sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengedukasi dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit mematikan seperti kanker payudara dan diabetes.

“Kita tahu bersama kanker payudara adalah penyebab kematian nomor satu bagi perempuan, disusul kanker serviks. Deteksi dini adalah kunci. Kalau sudah parah, peluang sembuh jadi jauh lebih kecil,” ujar Wendy.

Baca juga :  Waduh! TBC di Ambon Melonjak, Ditemukan 2.212 Kasus Sepanjang 2025

Dia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining ini karena biayanya yang sangat tinggi jika dilakukan secara mandiri. “Satu kali periksa bisa hampir satu juta rupiah, sekarang gratis. Kenapa tidak dimanfaatkan?” katanya.

Wendy mengimbau puskesmas-puskesmas di Ambon aktif melakukan skrining serupa, terutama untuk penyakit tidak menular seperti diabetes yang angka kejadiannya cukup tinggi di kota Ambon. “Kita bersyukur Rumah Sakit Siloam bisa melihat hal ini. Mudah-mudahan partisipasi masyarakat makin meningkat dalam dua hari ke depan,” ujarnya. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram