banner 728x250

Rumah Rusak Diterjang Banjir, Warga Leihitu Barat Masih Mengungsi

  • Bagikan
Rumah warga di bantaran Sungai Wai Ela, Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, rusak dihantam banjir. (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sejumlah warga di Kecamatan Leihitu dan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon masih mengungsi di kerabatnya lantaran rumah mereka tak bisa ditempati.

Warga memilih mengungsi ke rumah keluarganya akibat rumah mereka rusak berat setelah banjir menerjang sejumlah desa di dua kecamatan tersebut pada 12 Juli 2021.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah, Abdul Latif Key mengatakan, delapan kepala keluarga masih mengungsi di rumah kerabatnya karena rumah mereka rusak akibat bencana banjir.

“Saat ini delapan kepala keluarga masih mengungsi setelah banjir 12 Juli lalu,” kata Abdul dihubungi sentraltimur.com, Sabtu (24/7/2021).

Delapan kepala keluarga yang rumahnya rusak itu terdiri dari enam kepala keluarga di Desa Larike, dan masing-masing satu kepala keluarga di desa Wakasihu dan di Desa Negeri Lima.

“Di desa Larike itu ada enam kepala keluarga yang rumahnya rusak berat kemudian di Wakasihu dan Negeri Lima masing-masing satu rumah, dan masih mengungsi,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, BPBD Maluku Tengah telah meninjau lokasi bencana dan memberikan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir di tiga desa tersebut.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Maluku Tengah untuk penanganan rumah warga yang rusak.

“Bantuan sosial sudah dan koordinasi juga sudah kita lakukan termasuk dengan DPRD untuk langkah tindaklanjut,” kata Abdul.

Dia meminta korban banjir yang masih mengungsi bersabar karena proses perbaikan rumah akan tetap dilakukan.

“Untuk para korban kami minta tetap bersabar, saat ini masih berproses,” katanya. (MMS/ANA)

  • Bagikan