Hasil dari koordinasi tersebut selama operasi SAR dari hari pertama hingga hari ketujuh korban belum temukan sehingga Ops SAR resmi dihentikan. “Seluruh Unsur Potensi SAR kembali ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” kata Mustari.
Sebelumnya diberitakan, musibah datang saat korban dan teman-temannya bermain dan mandi hujan di parit (selokan) setinggi 60 cm. Mereka tidak sadar hujan lebat sedang terjadi di pegunungan dan akhirnya air di selokan meluap.
Derasnya hujan yang turun dari wilayah pegunungan membuat parit tempat korban bermain bersama teman-temannya tersapu banjir hingga akhirnya menyerat tubuh korban. Beruntung, sejumlah teman korban yang ikut bermain bersama korban selamat dalam kejadian itu.
Hujan deras yang terjadi di wilayah itu juga menyebabkan desa Waituren tergenang banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
Keluarga dan warga desa Waituren yang mengetahui korban terseret banjir di parit bergerak mencari bocah malang itu sambil menyusuri parit tersebut. Namun mereka tidak menemukan korban. (MAN)



