AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Tim Pencarian dan Pertolongan atau Badan SAR Ambon akhirnya menghentikan Rivana Seleky setelah dinyatakan hilang, Jumat (5/11/2021).
Bocah perempuan berusia lima tahun asal desa Waituren, kecamatan Leksula, kabupaten Buru Selatan itu hilang terseret banjir saat sedang bermain dan mandi hujan di selokan.
BACA JUGA:
Wacana DOB Pulau Ambon Menguat, Begini Kata Saulatu – sentraltimur.com
Wakil Presiden Ma’ruf Amin Resmikan Pusat Halal Universitas Indonesia – kliktimes.com
Tujuh hari hilang, upaya pencarian Rivana oleh tim SAR tak membuahkan hasil hingga akhirnya dihentikan, Jumat (12/11/2021). Pencarian korban juga melibatkan personel Polairud Polda Maluku dan warga.
“Sudah satu pekan tim SAR dari Pos SAR Namlea mencari korban yang hilang di Desa Waeturen, namun tidak membuahkan hasil,” kata Kepala SAR Ambon, Mustari, Sabtu (13/11/2021).
Dalam operasi selama tujuh hari, tim SAR yang menggunakan perahu karet sejak pukul 08.00 WIT melanjutkan upaya pencarian dengan membagi dua Search and Rescue Unit (SRU). Harapannya di hari terakhir pencarian korban bisa membuahkan hasil.
Mustari menyebutkan, SRU pertama terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Namlea. Bergerak menuju koordinat 3°40 ‘ 49.20″ S – 126° 16’ 33.08″ E. Jarak kurang lebih 5 NM, dan Heading 136° arah tenggara dari LKK.
Sementara SRU dua menggunakan beberapa long boat. Bergerak menuju koordinat 3°41 ‘ 33.50 S – 126°19’ 5.14″ E, jarak kurang 7 NM, dan Heading 249° arah barat daya dari LKK.
Tujuh Hari Pencarian Korban
Hingga Jumat (12/11) pukul 17.00 WIT, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim akhirnya memutuskan menghentikan pencarian. Tim SAR gabungan kembali ke Desa Waeturan untuk berkoordinasi dengan keluarga korban.



