banner 728x250

Sepak Terjang Oknum Polisi di Ambon: Jadi Beking Bandar Narkoba

  • Bagikan
SEPAK TERJANG
Diresnarkoba Polda Maluku Kombes Pol Cahyo Hutomo menyampaikan keterangan pers penangkapan tiga tersangka narkoba, satu di antaranya oknum polisi, Kamis (23/6/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Sepak terjang Aipda AS, anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku mencoreng citra kepolisian di Maluku.

Perbuatannya sungguh bertentangan dengan semangat pimpinan institusi Polri memberantas peredaran narkoba.

Bukannya membantu rekannya sesama anggota Polri memerangi narkoba, AS justru terlibat dalam bisnis peredaran barang haram tersebut. Tak tanggung-tanggung, AS berperan sebagai beking bandar narkoba.

Perbuatan tidak terpuji AS ini dilakukan saat Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif gencar-gencarnya mengingatkan setiap anak buahnya menghindari perbuatan tercela. Dan tidak membuat kesalahan yang dapat mencederai nama baik institusi Polri termasuk terlibat dalam kasus narkoba.

AS ikut mengambil paket sabu seberat 40 gram yang dikirim dari Medan ke Ambon melalui TIKI, jasa pengiriman barang. Keterlibatannya dalam kasus narkoba terbongkar setelah personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku mengendus jejaknya dan mendapatinya mengambil titipan paket sabu.

Grebek Rumah Kontrakan

Dia ditangkap bersama pemilik 40 gram sabu inisial RW dan seorang pria lainnya MFL. BNN membekuk mereka di sebuah rumah kontrakan di salah satu kawasan di Passo, Ambon pada Jumat (17/6/2022) lalu.

Setelah terciduk, AS dan kedua pelaku lainnya itu digelandang untuk menjalani pemeriksaan. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

BACA JUGA:

Bidik Tersangka Korupsi Pengelolaan Dana Hibah KPU SBB, Kejati Maluku Kebut Periksa Saksi – sentraltimur.com

Pemerintah Naikkan HET Minyak Goreng, Anggota DPR RI Mulyanto Sebut Kebijakan Amatiran – kliktimes.com

Diresnarkoba Polda Maluku, Kombes Pol Cahyo Hutomo menjelaskan, informasi pengiriman sabu dari Medan tujuan Ambon melalui jasa pengiriman diperoleh dari BNN Maluku.

Barang haram tersebut dipesan tersangka RW melalui akun Beta Gajah. RW menyerahkan resi pengiriman ke Aipda AS untuk mengambil sabu ke kantor jasa pengiriman.

“Hasil identifikasi lapangan oleh BNN, diduga pengambil paket barang tersebut adalah anggota Polri. BNN berkoordinasi dengan kami dan kami membentuk tim gabungan melibatkan Propam,” kata Cahyo di kantor Polda Maluku, Kamis (23/6/2022).

Ketika mengambil sabu sebanyak 40 gram tersebut, AS mengajak seorang rekannya di Ditresnarkoba Polda Maluku. Menurut Cahyo anggota polisi yang diajak AS tidak mengetahui perihal paket sabu.

“Tersangka RW sebagai pemilik barang memberikan resi kepada AS untuk mengambil barang. Dia mengajak juniornya, anggota Polri juga ke TIKI tanpa memberitahu apa yang akan dilakukan,” kata Cahyo.

Setelah mengambil sabu, AS bertemu dengan RW sebagai pemilik barang dan MFL di gerai Indomaret di kawasan Batu Merah, Kota Ambon. AS menyerahkan paket sabu kepada RW dan MFL.

RW dan MFL meninggalkan AS menuju kamar kontrakan milik MFL. Keduanya sempat membuka paket itu. Sabu sebanyak 40 gram dikemas dalam dua gulungan plastik.

Sebagian Sabu Telah Dijual

Tiga hari sebelum paket sabu itu diambil, ketiga tersangka; AS, RW dan MFL melakukan pertemuan untuk persiapan pengambilan paket sabu tersebut. Dalam pertemuan itu, diputuskan AS mengambil sabu di TIKI.

Cahyo mengatakan ketiganya dibekuk saat berada di kamar kontrakan tersangka MFL. Polisi yang telah mengendus jejak ketiganya menggrebek rumah kontrakan tersebut.

  • Bagikan