banner 728x250

Tak Serius Tangani Kasus Korupsi ADD-DD, Kejari SBT Didemo

  • Bagikan
Warga Desa Kotasirih demonstrasi di kantor Kejari SBT, Bula menuntut penyidikan kasus korupsi ADD dan DD, Senin (21/6/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur (SBT) di Kota Bula, didemo warga Desa Kotasirih, Kecamatan Gorom.

Korps Adhyaksa ini didemo lantaran tidak serius menangani kasus korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun 2017-2019 di Desa Kotasirih.

“Kejari SBT sempat mengunjungi Desa Kotasirih. Namun tidak melakukan pemeriksaan, alasanya keterbatasan waktu dan tenaga sehingga tidak dilakukan pemeriksaan,” kata koordinator aksi demonstrasi, Mohatir Lulang dalam rilisnya, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya kerugian dalam kasus korupsi yang dilaporkan itu mencapai Rp 600 juta lebih yang diduga dilakukan oleh Ishak Derlen, pejabat kepala desa Kotasirih.

“Pejabat desa menikmatinya (ADD-DD). Hal ini berdasarkan temuan masyarakat Desa Kotasirih sesuai hasil fisik di lapangan. Dengan dasar itulah, kami mengajukakan laporan ke Kejari SBT sejak 24 Februari 2021 lalu,” ujarnya.

Dia kecewa, Kejari SBT belum menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami menduga terindikasi ada kongkalikong antara pejabat desa Kotasirih dengan oknum di Kejari SBT,” ujarnya.

Tuduhan Mohatir bukan tanpa alasan. Sebab dua kali jaksa Kejari SBT turun di kecamatan Gorom Timur, namun tidak memeriksa pejabat desa Kotasirih. “Atas dasar itulah kami menduka oknum Kejari SBT melindunggi kejahatan (korupsi) yang dilakukan oleh pejabat Kotasirih,” kata Mohatir. (DNI)

  • Bagikan