AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Tangis haru mewarnai proses pemulangan jenazah Firdaus Ahmad Fauji, pendaki asal Bogor, Jawa Barat di Bandara Pattimura, Kota Ambon, Maluku, Senin sore (19/5/2025).
Sebelum dievakuasi ke Ambon, jasad Firdaus sempat dibawa ke RSUD Masohi. Jasadnya dipulangkan ke kampung halamannya setelah ditemukan tim SAR relawan pecinta alam Maluku bersama warga adat di lembah Yahe, kawasan Gunung Binaiya pada Sabtu (17/5/2025).
Bupati Maluku Tengah Zulkarnaen Awat Amir juga sempat melayat jenazah di RSUD Masohi dan menyampaikan ucapan duka kepada keluarga korban dan apresiasi kepada para tim relawan.
Setelah itu jasad korban dibawa ke kota Ambon. Iring-iringan mobil ambulans yang membawa jasad Firdaus dari Masohi mulai memasuki Bandara Pattimura pada pukul 14.30 WIT. Setibanya, rombongan disambut tangis haru puluhan warga, para relawan dan anggota komunitas pecinta alam Maluku yang telah menanti kedatangan korban.
Suasana semakin haru saat kakak kandung korban Imam Jajuli yang mengantar jasad korban dari RSUD Masohi menyampaikan kata-kata terakhir sebelum jasad korban dinaikkan ke dalam pesawat untuk diterbangkan.
Para relawan dan warga serta anggota komunitas pecinta alam yang menunjukkan solidaritas terhadap Firdaus dan keluarganya tak kuasa menahan tangis. “Saya pribadi mewakili keluarga almarhum Firdaus Ahmad Fauji menyampaikan banyak terima kasih sedalam-dalamnya atas segala bantuan dan pengorbanan masyarakat Maluku dalam pencarian saudara saya, semoga dibalas oleh Allah SWT,” kata Imam di Bandara Pattimura.
Imam mendoakan agar semua masyarakat Maluku yang selama ini telah menunjukkan rasa simpati yang tinggi dan doa saat pencarian adiknya dibalas oleh Tuhan. “Firdaus mungkin di akhirat nanti akan menjadi saksi bahwa kalian semua adalah pahlawan yang telah membawa pulang saudara kami Firdaus Ahmad Fauji,” kata Imam disambut isak tangis warga.





