AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pratu Andi Syarif Bugis Hayoto Usemahu kini telah disemayamkan di peristirahatan terakhirnya di Desa Tehua, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (21/10/2026) malam.
Jenazah prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 26/Gurana Piarawaimo (GP), Kodam XVIII/Kasuari ini dimakamkan di kampung halamannya.
Andi meninggal tak wajar, diduga dianiaya rekan-rekannya di asrama Brigif 26/GP di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Andi wafat pada Sabtu (17/10/2026) di RSUD Teluk Bintuni, usai menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis selama dua pekan.
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Pratu Andi. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer disertai tembakan salvo oleh prajurit Kodim 1502/Masohi, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum. Upacara penghormatan dipimpin Mayor Inf. Jumito Luhukay.
Andi dimakamkan di halaman rumah orangtuanya di negeri (desa) Tehua. Pemakaman berjalan dengan khidmat dan penuh haru. Prosesi pemakaman pukul 21.45 WIT, berlangsung selama satu jam.
Kehilangan Andi untuk selamanya, negeri Tehua berduka. Keluarga, kerabat dan warga penuh sesak dikediaman keluarga Andi, Rabu malam. Tangis mereka pecah melihat peti jenazah Andi.
Setelah disemayamkan selama satu jam untuk memberikan kesempatan kepada keluarga, kerabat, dan warga melayat serta menyampaikan belasungkawa, jenazah Andi kemudian dimakamkan.
Ribuan warga dari sejumlah negeri di kecamatan Telutih, Maluku Tengah (Malteng), kecamatan Siwalalat dan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengikuti prosesi pemakaman.
Tangis keluarga, kerabat dan warga tak terbendung selama prosesi pemakaman. Kesedihan mendalam ditinggalkan buah hati yang sangat dicintai, ibu dan ayah Pratu Andi, Nursalatu Hayoto, Basmar Bugis terkulai lemas.

Keluarga almarhum, Rizal Samsu mengatakan sebelum meninggal dunia, Andi belum genap sepekan naik pangkat dari Prajurit Dua (Prada) ke Prajurit Satu (Pratu).



