banner 728x250

Tim Gabungan Sisir Hutan Cari Pelaku Pembunuh Petani di Pulau Buru

  • Bagikan
Ilustrasi pembunuhan. (FOTO ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Aparat gabungan dari Polres Pulau Buru masih mengejar komplotan pelaku pembunuhan terhadap Esias Nurlatu (40), seorang petani yang dibunuh secara sadis di hutan desa Watampuli, kecamatan Lolongguba.

Pelaku pembunuhan diperkirakan berjumlah tujuh orang. Mereka saat ini masih dikejar tim gabungan yang melibatkan personel Reskrim Polres Pulau Buru, Sahbara, Intel Polres dan juga personel Polsek Wayapo.

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda MYS Jamaluddin mengatakan pengejaran terhadap para pelaku dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga ke hutan.

“Iya, masih pengejaran. Kita sisir di lokasi kejadian hingga masuk ke hutan,” kata Jamaludin kepada sentraltimur.com saat dihubungi dari Ambon, Rabu (28/4/2021).

Meski saat insiden pembantaian itu terjadi disaksikan sejumlah saksi, namun Jamaludin mengaku pihaknya belum memastikan identitas dari para pelaku pembunuhan keji tersebut.

Saat ini kata Jamaludin, pihaknya masih terus meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk para saksi mata yang menyaksikan insiden pembantaian itu. “Saksi-saksi juga sedang diperiksa dan untuk pelaku masih belum diketahui identitasnya,” kata Jamaludin.

Pria berusia 40 tahun tersebut tewas dibantai komplotan pelaku di jalan lintas desa Watimpuli pada Sabtu (24/4/2021). Pembunuhan terhadap Elias Nurlatu diduga dipicu aksi balas dendam atas kematian Manpapal Latbual. Santer beradar kabar di desa Watempuli salah seorang pelaku pembunuhan terhadap Elias Nurlatu masih memiliki hubungan keluarga dengan Manpapal Latbual.

Petani malang itu tewas mengenaskan. Di tubuh korban tertancap dua tombak dan luka sayatan dibagian kepala.  Korban ditemukan oleh tiga warga desa Watimpuli, yaitu Muka Lensi Nurlatu, Manjukan Nurlatu dan Muka Nance Hukunala.

Mereka sempat mendengar teriakan korban dan menengok ke belakang sebelum ajal menjemput korban. Mereka juga sempat melihat pelaku yang berjumlah sekitar tujuh orang keluar dari arah tebing dan menombak korban.

Dari TKP polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua tombak yang diduga milik pelaku dan sebilah parang milik korban.  (ST/DNI)

  • Bagikan