AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Deputi I Bidang Infrastruktur Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta meninjau pembangunan Bendungan Way Apu di kabupaten Buru, Maluku pada Selasa (15/11/2022).
Dalam kunjungannya, Febry mengatakan perlu kerja keras untuk penyelesaian target dari impounding Bendungan Way Apu sebelum semester I 2024.
Masih adanya kendala di lapangan menghambat proses pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Maluku itu.
“Ada reruntuhan saat pengerjaan tunnel (terowongan) bendungan, sehingga menyebabkan bergesernya target waktu pengerjaan. Kita perlu kerja keras lagi dan membutuhkan tingkat presisi yang lebih agar impounding bendungan bisa terpenuhi pada akhir 2023,” kata Febry di Ambon, Rabu (16/11/2022).
Capaian kontruksi pembangunan Bendungan Way Apu saat ini adalah 43 persen. Dibutuhkan capaian sekitar 40 persen lagi agar dapat memenuhi syarat impounding dengan estimasi waktu 409 hari ke depan.
Menurutnya pembangunan Bendungan Way Apu ini kategori ‘rawat inap’, akan selesai sebelum semester I 2024. Tetapi perlu kerja keras untuk penyelesaian setiap tahapannya.
“Percepatan bisa dilakukan di pekerjaan penimbunan tanah. Sedangkan untuk penyelesaian reruntuhan di tunnel dan penyelesaian pembangunan tunnel membutuhkan presisi dan kehati-hatian,” kata bakal calon gubernur Maluku ini.
Pembangunan bendungan yang memiliki kapasitas daya tampung sebesar 50,05 juta meter kubik ini kontraknya dimulai Desember 2017.
Bendungan Multifungsi
Pembangunan Bendungan Way Apu sempat terkendala pembebasan lahan pada awal pembangunan. Setelah rampung, Bendungan Way Apu akan menjadi bendungan multifungsi bagi masyarakat kabupaten Buru.
Bendungan Way Apu dirancang untuk dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat terutama dalam hal ketersediaan air irigasi seluas 10.000 hektar. Juga untuk memastikan tersedianya air baku dengan debit 500 liter per detik, kemampuan mereduksi banjir sebesar 557 meter kubik per detik, sebagai pembangkit listrik sebesar 8 mega watt yang mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah dengan daya 900 watt serta sebagai tempat pariwisata baru yang akan menumbuhkan perekonomian daerah. Bendungan ini membendung Sungai Way Apu yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Buru.



