banner 728x250

Tolak Tangani Pasien BPJS, Korban Pulang dengan Infus di Tangan Berujung Kematian Pasutri, Gubernur Kecam RSUP Leimena

PASIEN BPJS
RSUP dr Johannes Leimena di kawasan Rumah Tiga, Teluk Ambon, Kota Ambon. (ISTIMEWA)
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

“Ini catatan bagus buat saya. Nanti tanggal 20 Januari 2026, Pak Wamen Kesehatan akan berkunjung ke RSUP Leimena, nanti saya akan bawa sambutan dan saya akan singgung di situ. Saya akan bicara sama direktur, saya akan marah beliau, saya akan marah mereka nanti,” tegas Hendrik kepada sentraltimur.com via telepon.

Menurut Hendrik pihaknya sangat memahami dilema rumah sakit yang menerapkan sistem blod, di mana rumah sakit tersebut harus mandiri dan mampu membiayai segala kebutuhannya sendiri termasuk untuk membayar gaji perawat dan tenaga medis serta belanja obat-obatan.

PASIEN BPJS
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. (ISTIMEWA)

Namun kata Hendrik saat menghadapi situasi seperti di mana orang tidak mampu memerlukan perobatan, pihak rumah sakit harus tetap melayani dan lebih mengutamakan keselamatan karena hal itu soal kemanusiaan. “Dia (RSUP Leimena) butuh uang memang tapi ketika manusia dalam kondisi celaka datang, beri dulu bantuan kesehatan nanti soal biaya dan administrasi itu soal kedua lah,” tegas Hendrik.

Menurutnya, peradaban manusia tidak akan pernah maju apabila prakti seperti itu masih terjadi dan pelayanan kesehatan masih lebih mengutamakan biaya ketimbang keselamatan nyawa manusia. “Peradaban manusia tidak akan meningkat gara-gara soal kemanusiaan, gimana ceritanya. Saya, gubernur tidak pernah simpatik dengan cara-cara praktik seperti itu. Nanti saya tegur mereka,” tegasnya lagi. (MAN)

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel