AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Penolakan terhadap pasien pemilik kartu BPJS Kesehatan yang membutuhkan perawatan medis diduga terjadi di RSUP dr J. Leimena, Ambon.
Kasus tersebut menimpa seorang pasien bernama Linda Maelissa, warga Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon saat mendatangi rumah sakit tersebut untuk berobat.
Buntut dari dugaan penolakan tersebut, sang suami Petrus Thenu terpaksa membawa keluar istrinya dari rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut dalam kondisi tangan istrinya masih terpasang infus.
Keputusan Petrus mengeluarkan istrinya dari rumah sakit berujung tragis. Saat kembali ke desa mereka dengan motor, keduanya mengalami kecelakaan di turunan jalan Desa Naku hingga menyebabkan keduanya tewas.
Keluarga korban, Thomas de Queljoe mengatakan sebelum kecelakaan maut itu terjadi, Petrus awalnya mengantar istrinya ke RSUP dr Leimena untuk berobat pada Jumat (9/1/2026). “Saat tiba di rumah sakit, suaminya mendaftar istrinya menggunakan BPJS. Sayangnya mereka ditolak lantaran BPJS yang digunakan dilaporkan belum dibayar,” kata Thomas kepada sentraltimur.com.
Ditolak menggunakan BPJS, Petrus memilih mendaftarkan istrinya untuk dirawat melalui jalur umum. Menjalani perawatan Linda dipasangi infus oleh tenaga medis dan harusnya rawat inap. Namun karena keterbatasan biaya, kedua pasutri ini memilih pulang dalam kondisi tangan masih terpasang infus.
“Dalam kondisi itulah keduanya alami kecelakaan. Suami meninggal di tempat kejadian saat kecelakaan itu terjadi, sementara istri meninggal di RST,” ujar Thomas dengan suara lirih.
Dia mengatakan harusnya pihak rumah sakit lebih mempertimbangkan faktor kemanusiaan dan nyawa pasien dan tidak membuat kebijakan seperti itu. Sebab nyawa manusia lebih berharga dari segalanya. “Kalau dirawat saja dulu nanti baru klaim BPJS kan tidak ada masalah. Korban bisa rawat inap, tapi mereka (pihak rumah sakit) menolak,” sebutnya.
Dikecam Gubernur
Direktur RSUP dr J. Leimena yang dikonfirmasi berulang kali menolak menanggapi. Sementara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang dimintai tanggapannya secara tegas mengaku akan menegur RSUP Leimena.




