LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya minyak tanah, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam pertemuan dengan jajaran PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Maluku, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran Pertamina.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi forum koordinasi untuk membahas kelancaran distribusi BBM dan LPG di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam pertemuan itu, hadir Sales Area Manager Retail Maluku, Aria Aditya, dan Sales Branch Manager Maluku II, Yasyfa M. Putra.
Rahantoknam menyampaikan sejumlah persoalan yang saat ini dirasakan masyarakat, terutama terkait kelangkaan minyak tanah yang berdampak langsung terhadap kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga nelayan.
“Kondisi kelangkaan minyak tanah sangat berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga, UMKM kecil maupun nelayan di Maluku Tenggara,” ujar Rahantoknam.
Menurutnya, persoalan ketersediaan BBM dan LPG tidak hanya menyangkut kebutuhan energi rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan. “Selain kebutuhan rumah tangga terganggu, para nelayan dan pelaku usaha kecil juga mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga menyoroti kebijakan kuota distribusi BBM yang dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan karakteristik wilayah Maluku Tenggara, termasuk jumlah penduduk, jumlah ohoi, aktivitas usaha, serta luas wilayah.
Kondisi geografis Maluku Tenggara sebagai wilayah kepulauan dinilai membutuhkan pola distribusi energi yang mampu menjangkau masyarakat secara merata, termasuk wilayah-wilayah yang memiliki akses transportasi dan distribusi yang lebih terbatas.
Karena itu, Pemkab Maluku Tenggara berharap PT Pertamina Patra Niaga dapat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan distribusi energi di daerah tersebut. “Kami berharap Pertamina dapat memberikan perhatian khusus agar persoalan kelangkaan BBM dan LPG di Maluku Tenggara segera diatasi,” harapnya.



