banner 728x250

Wali Kota Ambon: Kita Fokus Penguatan Ekonomi Kerakyatan

PENGUATAN EKONOMI
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kota Ambon terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Strategi ini menjadi pilihan utama karena karakteristik Kota Ambon yang memiliki keterbatasan sumber daya alam dibandingkan sejumlah daerah lain. “Ambon bukan Weda, Ambon bukan Morowali, Ambon bukan Buru. Ambon dengan cirinya sendiri, kota yang terbatas sumber daya alam. Karena itu kita memilih untuk penguatan ekonomi kerakyatan lewat membangun upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat lewat usaha-usaha yang bisa dilakukan. Itulah UMKM,” kata Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena saat membuka DPRD Expo 2026 di Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya penguatan ekonomi kerakyatan dan transformasi tata kelola pelayanan publik menjadi dua agenda penting Pemkot Ambon menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.

Bodewin mengatakan peringatan hari ulang tahun kota tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan langkah strategis bagi kemajuan daerah ke depan.

“Lima hari lagi kita akan merayakan Hari Ulang Tahun Kota Ambon ke-451. Setiap kali kita merayakan hari ulang tahun kota ini, tentu perlu kita lakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang sudah kita lakukan, sekaligus merencanakan berbagai hal yang akan kita lakukan ke depan demi kemajuan Kota Ambon,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Pemkot Ambon telah menyediakan sejumlah fasilitas bagi pelaku usaha, mulai dari penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis, bantuan modal usaha, penyediaan tempat usaha, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan expo untuk memperluas akses pemasaran produk lokal.

Bodewin menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berdampak pada keberlangsungan perusahaan dan lapangan kerja. “Banyak perusahaan yang PHK karyawannya, banyak perusahaan yang terpaksa tutup usahanya, tapi UMKM tidak akan pernah. Dia tetap eksis di tengah-tengah berbagai tantangan yang ada,” ungkapnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram