banner 728x250

Warga Kariu Ditolak Pulang ke Desanya, Begini Penjelasan Polda Maluku

  • Bagikan
WARGA PULANG
Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Ribuan warga desa Kariu, kecamatan Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah yang menjadi korban bentrok akhirnya kembali ke desa mereka setelah hampir setahun mengungsi.

Ribuan warga mulai dari orangtua, perempuan hingga anak-anak dan balita tiba di kampung halamannya dengan pengawalan sebanyak 600 aparat gabungan TNI, Polri bersenjata lengkap, Senin (19/12/2022).

Meski dikawal ratusan aparat, namun kedatangan warga Kariu sempat ditolak sebagian warga desa Pelauw yang sebelumnya terlibat bentrok dengan mereka. Aksi penolakan itu membuat situasi di desa Kariu menjadi gaduh dan tegang lantaran sejumlah warga memukul tiang listrik dan ada warga yang membakar sejumlah rumah warga desa Kariu.

Polda Maluku meminta warga Pelauw yang menolak pemulangan warga Kariu dapat menahan diri.

“Kami meminta agar mereka yang melakukan aksi penolakan dapat menahan diri,” kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada sentraltimur.com, Selasa (20/12/2022).

Dia mengingatkan warga yang melakukan penolakan menahan diri demi mencegah kembali terjadinya gesekan antar warga. Menurutnya jika hal itu terjadi, situasi kedua desa bertetangga tersebut akan semakin buruk dan sulit terkendali.

Roem meminta menahan diri dan tidak mudah emosi sebab semua yang diawali dengan kemarahan akan berakhir dengan penyesalan. “Kami memohon harus menahan diri, apalagi ini tinggal beberapa hari lagi sudah memasuki perayaan Natal. Kita harus menghargai saudara-saudara kita yang mau merayakan Natal, jangan sampai kita semua yang susah sendiri,” ingatnya.

Roem melanjutkan, warga Pelauw sudah tidak lagi melakukan aksi penolakan. Pemerintah kabupaten Maluku Tengah dan aparat keamanan telah melakukan upaya pendekatan agar tidak ada lagi masalah yang muncul.

“Sudah tidak ada lagi protes. Pemda Maluku Tengah juga sudah lakukan pendekatan-pendekatan begitu pun aparat. Kita rencanakan akan melakukan pertemuan dengan warga Pelauw yang sebelumnya melakukan aksi penolakan,” kata Roem.

Warga Tempati Gereja

Warga Kariu yang telah kembali ke desanya masih menempati gedung gereja di desa tersebut.

Banyak warga yang belum bisa tinggal di rumah-rumah mereka karena selain banyak rumah mereka yang terbakar saat bentrok, juga karena penolakan warga Pelauw atas kepulangan mereka. “Jadi saat ini mereka sementara tinggal di gereja,” katanya.

  • Bagikan