LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menegaskan perencanaan pembangunan daerah harus disusun secara realistis, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyempurnaan Rencana Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027 di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (11/3/2026).
Bupati menekankan forum tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan antarperangkat daerah.
“Forum ini bukan hanya kegiatan formal yang selesai begitu saja. Di sinilah kita menyelaraskan program, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, dan memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar bupati Hanubun.
Forum tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah.
Bupati menyampaikan Kabupaten Maluku Tenggara memiliki potensi besar, namun di sisi lain masih menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis wilayah kepulauan serta keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menyusun program pembangunan yang hanya menjadi konsep di atas kertas. “Jangan membuat program yang hanya tertulis tetapi tidak bisa dilaksanakan. Pembangunan harus bertumpu pada kekuatan riil daerah,” tegasnya.
Ia menekankan sejumlah sektor prioritas yang perlu menjadi fokus pembangunan daerah, di antaranya kelautan dan perikanan, pariwisata, serta pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat Maluku Tenggara.
Sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama melalui pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, termasuk komoditas rumput laut.
Sementara itu, sektor pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, mengingat Maluku Tenggara dikenal dengan keindahan pantai, laut, serta kekayaan budaya masyarakat Kei. “Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya dilakukan oleh dinas pariwisata saja, tetapi harus melibatkan seluruh perangkat daerah secara kolaboratif,” jelasnya.




