AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath mengunjungi warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon di lokasi pengungsian, Rabu (20/8/2025).
Warga Hunuth yang rumahnya terbakar akibat bentrok, Selasa (19/8/2025) diungsikan di tiga titik di Desa Nania, Kantor Desa Poka dan di Negeri Lama.
Hendrik dan Abdullah melihat langsung kondisi para pengungsi dan berdialog dengan warga. Hendrik memerintahkan stafnya menyalurkan bantuan yang diperlukan kepada para pengungsi.
“Untuk para pengungsi, pemerintah akan berupaya memberikan yang terbaik, dan melakukan penanganan yang terbaik bagi basudara semua,” kata Hendrik saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Nania.
Dalam kunjungan tersebut, Hendrik dan Abdullah ikut didampingi Assisten II Setda Maluku Kasrul Selang dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Abdulrachim Maruapey.
Hendrik sangat menyayangkan bentrokan yang terjadi hingga memakan korban jiwa dan luka hingga kerugian harta benda. “Sebagai pribadi, beta juga turut merasakan apa yang basudara semua rasakan,” ujarnya.
Dia memastikan pemerintah tidak akan menutup mata dengan kejadian tersebut dan akan memperbaiki rumah-rumah warga yang terbakar dan dirusak imbas bentrokan tersebut. Pemerintah dan aparat berwenang juga akan memastikan rasa aman bagi mereka yang menjadi korban.
“Sebagai gubernur beta tidak menghendaki basudara semua tinggal di tempat pengungsian, dan pemerintah akan berupaya melakukan renovasi rumah-rumah basudara yang terbakar maupun rusak serta pemerintah akan memberikan rasa aman,” ujar ketua DPD Partai Gerindra Maluku ini.
Hendrik juga meminta warga yang menjadi korban tetap tenang, tetap kuat dalam doa dan mempercayakan penangan masalah yang terjadi kepada pemerintah dan aparat berwenang. “Jangan ada yang melakukan hal-hal yang akan menimbulkan kerugian di tengah-tengah masyarakat,” imbaunya.
Dia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kota Ambon yang sigap dan cepat memberikan penanganan di lokasi pengungsian dengan mengirimkan tenaga medis maupun kebutuhan yang diperlukan oleh para pengungsi.




