banner 728x250

Kasus Richard Louhenapessy, KPK Periksa Bos Alfamidi & Pengusaha

  • Bagikan
KASUS RICHARD
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan pegawai honorer Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanussa mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (13/5/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan pemeriksaan saksi kasus suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

Pemeriksaan berlangsung di markas Brimob Polda Maluku, kawasan Tantui, kota Ambon, Kamis (4/8/2022).

“Hari ini pemeriksaan saksi TPK (tindak pidana korupsi) dan TPPU  persetujuan prinsip pembangunan gerai Alfamidi tahun 2020 di kota Ambon dengan tersangka RL,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada sentraltimur.com dalam keterangan tertulis.

Sejumlah saksi yang diperiksa tim penyidik KPK yakni License Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk Cabang Ambon Nandang Wibowo, Deputy Branch Manager PT Midi Utama Indonesia Tbk Cabang Ambon, Wahyu Somantri.

Selanjutnya pemeriksaan juga dilakukan terhadap Agung, Philygrein Miron Calver Hehanussa, Maria Sutini Weking, Jochsin Tanudjaya dan Yanes Theny. Mereka merupakan wiraswasta.

Dua saksi lainnya seorang pengusaha bernama Made Linda dan PNS yang juga mantan Direktur PDAM kota Ambon Alfonsus Tetelepta.

Ali tidak menjelaskan peran para saksi dalam kasus tersebut.

Lembaga antirasuah mulanya menetapkan Richard Louhenapessy tersangka kasus suap persetujuan izin pembangunan gerai Alfamidi di Ambon tahun 2020 pada 13 Mei 2022.

Richard Tersangka Suap & TPPU

Selain politisi Partai Golkar itu, KPK menetapkan seorang pegawai honorer pada Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanussa dan kepala perwakilan regional Alfamidi, Amri sebagai tersangka.

  • Bagikan