LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara komitmen mempercepat pembangunan di Pulau Kei Besar.
Wilayah perbatasan yang juga sekaligus pulau kecil terluar tersebut selama ini menghadapi tantangan akibat keterisolasian dan keterbatasan infrastruktur.
Demikian disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun saat membuka Musrembang lima kecamatan seluruh Pulau Kei Besar di Gedung Putih Elat, Kecamatan Kei Besar, Selasa (3/3/2026).
Bupati mengakui kondisi geografis Pulau Kei Besar yang berbukit serta konektivitas yang belum optimal telah menghambat laju pembangunan. Akses jalan terbatas dan jarak antarwilayah yang jauh menyebabkan sebagian masyarakat belum menikmati pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi secara merata.
“Tingkat keterhubungan wilayah Pulau Kei Besar baru mencapai 53 persen. Sebanyak 54 desa belum terhubung dengan jalan dalam kondisi mantap,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Sebanyak 67 persen penduduk miskin ekstrem Kabupaten Maluku Tenggara berada di Pulau Kei Besar. Di Kecamatan Kei Besar Utara Timur tercatat 7.070 jiwa atau 21,98 persen dari total kabupaten tergolong miskin ekstrem.
“Wilayah itu juga mencatat prevalensi stunting tertinggi sebesar 20,89 persen serta sembilan ohoi yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi,” imbuhnya.
Bupati menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan pembangunan yang harus diselesaikan melalui perencanaan terarah dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Pemerintah daerah terus mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional di tengah keterbatasan fiskal.
Dalam arah kebijakan pembangunan, Kecamatan Kei Besar dengan Kota Elat ditetapkan sebagai simpul utama konektivitas. Elat diproyeksikan menjadi pusat pelayanan publik, pusat ekonomi, dan distribusi perdagangan di Pulau Kei Besar.
“Penguatan Pasar Elat menjadi salah satu langkah konkret untuk memperpendek rantai distribusi komoditas kelapa, ikan, rumput laut, dan hasil pertanian pangan agar nilai tambah dirasakan langsung oleh petani dan nelayan,” tuturnya.




