banner 728x250

Pemkab Malra Siapkan Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pendidikan

KUALITAS PENDIDIKAN
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah bidang pendidikan di Ballroom Hotel Syafira, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program dan arah kebijakan pembangunan pendidikan di daerah.

Forum tersebut dibuka Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam mewakili Bupati Maluku Tenggara.

Rahantoknam menyampaikan forum tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

“Forum ini merupakan momentum penting dalam upaya bersama untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan program, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di daerah kita tercinta,” ujarnya.

Forum OPD Bidang Pendidikan tahun ini mengusung tema Pengembangan Perekonomian yang Inklusif Berbasis Potensi Lokal, Pelayanan Dasar yang Merata, SDM yang Kuat, dan Ketercukupan Pangan.

Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus berjalan selaras dengan penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sektor pendidikan memegang peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan. Karena itu, melalui forum tersebut diharapkan lahir berbagai kebijakan dan program pendidikan yang partisipatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Selain itu forum ini juga menjadi sarana untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi program pendidikan dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027 sehingga seluruh perencanaan pembangunan dapat berjalan terpadu, efektif, dan tepat sasaran.

Rahantoknam mendorong seluruh peserta forum menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pendidikan, termasuk keterbatasan anggaran.

“Dalam kondisi keterbatasan anggaran, kita harus mampu berpikir di luar kebiasaan. Dibutuhkan inovasi dan kreativitas. Jangan mudah menyerah, tetap semangat untuk mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan,” tegas Rahantoknam.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram