banner 728x250

Pemkab Maluku Tenggara Renovasi Rumah Warga Miskin

  • Bagikan
Maluku rumah
Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengunjungi warga miskin untuk membantu renovasi rumah yang tidak layak huni di desa Soinrat, kecamatan Kei Besar, Sabtu (6/11/2021). (FOTO: ANTARA)
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara merenovasi rumah warga kurang mampu yang tidak layak huni di daerah pesisir ohoi (desa) Soinrat.

“Jelas bahwa kedua rumah ini tidak layak untuk huni. Saya bersama pimpinan OPD akan bersama-sama merenovasi rumah ini,” kata Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun ketika berkunjung ke Oho Soinrat Kecamatan Kei Besar, Sabtu (6/11/2021).

BACA JUGA:

Bocah 5 Tahun di Leksula Hilang Terseret Banjir – sentraltimur.com

Mendag: Konsumen Berdaya Dapat Pulihkan Ekonomi Bangsa – kliktimes.com

Maluku Tenggara adalah daerah terluar di bagian tenggara Maluku yang terdiri dari banyak pulau. Dan memiliki jumlah penduduk miskin 22.590 jiwa atau 22,57 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.660 jiwa atau 13,65 persen tergolong penduduk miskin ekstrem.

Thaher mengatakan ada dua rumah warga kurang mampu yang paling memerlukan perbaikan. Rencananya kedua rumah tersebut akan dibangun dengan ukuran 3 x 6 meter.

Dua rumah warga yang renovasi oleh Pemkab Maluku Tenggara adalah rumah milik keluarga Maria Metuduan dan keluarga W. Fatubun.

Renovasi rumah tak layak huni itu bertahap. Mulai dari pengumpulan uang yang oleh warga setempat disebut yelim. Sedangkan, untuk kelancaran pembangunan, Bupati Thaher menginstruksikan Camat Kei Besar untuk mengawasi renovasi rumah tersebut.

“Kita akan yelim atau mengumpulkan uang untuk membangun kedua rumah ini. Hari Senin sudah harus mulai dengan mendatangkan bahan bangunan,” kata Thaher.

Masih Banyak Rumah Tak Layak Huni

Dia mengakui masih banyak rumah warga yang tidak layak huni. Karena itu, dia berharap agar organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta pemerintah kecamatan maupun ohoi, untuk memprioritaskan mendata rumah-rumah warga yang tidak layak huni untuk direnovasi.

Kedua keluarga pemilik rumah terlihat merasa bersyukur atas bantuan renovasi tempat tinggalnya.

“Saya merasa bersyukur dan berterima kasih. Bupati sudah rela datang melihat kondisi rumah kami. Sekali lagi terimakasih,” kata Maria Metuduan.

Sedangkan, Paulina Fatubun mengungkapkan, rumah mereka sudah cukup tua untuk ditinggali. Dia bilang, selama ini tidak mendapat bantuan dari pemerintah.

“Ketika hari ini bupati datang dan memberi kami bantuan, kami merasa senang. Terima kasih Pak bupati atas kepedulian dan bantuannya,” ujar Paulina. (ANT/RED)

  • Bagikan