TIAKUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
Program nasional ini merupakan tindakan nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial dan ekonomi.
Bupati MBD Benyamin Thomas Noach, menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri apel bersama ASN Lingkup Pemkab MBD sekaligus sosialisasi Program Rumah Subsidi di Gedung Serbaguna Tiakur, Senin (22/9/2025).
Noach menyebut program rumah subsidi merupakan keinginan pemerintah agar rakyat miskin bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dengan harga yang terjangkau. “Pak Presiden ingin masyarakat yang belum memiliki rumah bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dengan harga yang terjangkau. Apabila dengan harga yang terjangkau berarti bukan gratis, ada harga yang harus kita bayar,” kata Bupati Noach.
Ia menjelaskan, secara skema pembiayaannya melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dengan rincian luas tanah 60 m2 hingga 200 m2 dan luas bangunan 21 m2 hingga 36 m2. “Apabila rumah tipe 21 m2 maka ukurannya 3×7 meter atau tipe 36 maka ukurannya 6×6 meter seperti pada umumnya rumah-rumah di perumahan yang dibangun para pengembang,” jelasnya.
Rumah ini dibayar lunas seharga Rp 185 juta maupun dapat dicicil selama 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun dengan harga antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,9 juta dengan suku bunga tetap sebesar 5% dan uang muka satu persen dengan kriteria penghasilan Rp 8,5 juta hingga Rp 11 juta per bulan.
Jumlah 50 unit yang menjadi kuota bagi Pemda MBD sudah diperhitungkan dengan baik, mengingat pendapatan masyarakat umum terutama ASN yang sebagian besar juga sebagai kreditur di bank. “Sebagian besar ASN kita yang sudah kredit di bank, selain itu sebagian besar juga sudah membeli tanah yang nantinya akan dibangun rumahnya secara mandiri. Karena kami lihat itu, maka kami kuatir jangan sampai tidak laku,” urainya.




